Hati yang Terbagi
Mas Ubay berkata sambil mengelus-elus pipi Hafidz yang terlelap, dia tak menyadari kedatanganku.
Entah kenapa hatiku tiba-tiba saja, membiru. Ada setumpuk air yang menggenang disana. Mas Ubay lelaki yang baik dan bertanggung jawab, aku pastikan dia bukan seorang pezina seperti yang dituduhkan Aina.
Sabar Aina, kamu telah membuang permata yang kini begitu berkilau ditanganku dan mengharapkan dia kembali menjadi milikmu.