Pesugihan Kandang Bubrah
Itu bukan suara batu yang bergeser, bukan suara angin.
Itu suara sesuatu yang merayap.
Jatinegara menggenggam pisau kecil yang masih ia simpan. “Kita nggak sendirian.”
Dari ujung tangga yang semakin gelap, sesuatu bergerak.
Sosok tinggi dan kurus merangkak keluar dari kegelapan.
Lila menahan napas.
Makhluk itu tidak memiliki wajah.
Hanya kepala kosong yang pucat, tanpa mata, tanpa hidung, tanpa mulut. Tubuhnya panjang dan ramping, dengan tangan dan kaki yang seperti diperpanjang secara tidak wajar.