DENDAM
Mereka berdua begitu terkejut melihat Alia.
"Alena .... ya Allah, anakku!" Mamah memekik.
"Mah .... ini bukan Alena, dia saudara kembarnya. Alia."
"Engga .... dia Alenaku! Sini nak, peluk Mamah."
Aku menantap nanar wajah Mamah. Lalu beralih ke Alia, Alia menatapku penuh tanya.
Aku mengangguk. Ia pun berjalan gontai ke arah Mamah, mamah langsung memeluk Alia seraya menangis tersedu-sedu.