Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
AMORAGA

AMORAGA

"Pukulan Saga emang luar biasa. Sakitnya sampai berbulan-bulan." Raga tertawa. Memang benar. Anak itu memberikan lebam yang sangat awet. Bahkan belum sembuh sampai 8 bulan lamanya. Ya, bukan karena sulit sembuh. Tapi beberapa kali Jeha mengincar lebam tangannya, membuat lebam itu muncul lagi ... dan lagi. "Gue jadi kangen Saga. Kalo gue perhatiin, dia mirip Amora, ya?" Cowok itu mengulum senyumnya. "Gak kenal takut, nekat, dan pemarah," kata Raga dengan suara pelan. "Tapi kalo mereka ketemu, kayaknya bakal jadi perang dunia."
109.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 198 fois en tant que manga pulse
Read
+Librairie
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Sementara teriak sekarat lama-lama mulai terdengar, Mia harus menghadapi kenyataan para pengikutnya tumbang satu per satu dengan luka tusuk dan goresan di leher. “TORU, PERGI DARI SINI! BERITAHU TUAN OZURU!” teriak salah satu pria sebelum meregang nyawa sebab secara sadis, si ninja memenggal kepalanya. “KYAAAA!!” “MIA!” Toru, si pemuda itu, sekarang kebingungan harus apa. Hanya dua orang yang bertahan dan Mia dibawa paksa oleh salah satu ninja. Tidak bisa terkejar, sebab ninja yang membawa Mia pergi, melesat cepat.
103.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 106 fois en tant que manga pulse
Read
+Librairie
Fantazia

Fantazia

’ ucap Gust di dalam kepalaku sambil mendengus sebal kepadaku. “Tapi ... Bagaimana mungkin aku mengalahkan ras-ras lain seperti mereka!” Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar, ia akan mengambil sebuah pecahan Artefak dari ras lain. Tidak pernah terbayangkan di dalam hidupku akan menjadi seperti ini, lebih baik dirinya bertarung melawan pemerintah korup itu daripada harus bertempur melawan ras lain seperti ini.
102.2K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 54 fois en tant que manga pulse
Read
+Librairie
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

"Nggak, Ma. Di sini cukup nyaman." Mama membalas senyum itu, lalu kembali ke dalam. Aku menghela napas dan membuka jurnalku. 30 Juli. Hari ke-24. Rasanya aneh, hidup tanpa berita apa pun darinya. Dulu, hidupku dipenuhi kabar darinya—bahkan kalau cuma satu kalimat, satu emoji, atau cuma pesan suara yang isinya suara hujan di jendela kamarnya. Sekarang, hening. Tapi aku mulai belajar berdamai dengan hening itu. Aku mulai menulis tentang diriku sendiri, bukan tentang dia.
1.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 69 fois en tant que manga pulse
Read
+Librairie
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status