Mantanku Kembali
"Nggak, Ma. Di sini cukup nyaman."
Mama membalas senyum itu, lalu kembali ke dalam. Aku menghela napas dan membuka jurnalku.
30 Juli.
Hari ke-24. Rasanya aneh, hidup tanpa berita apa pun darinya. Dulu, hidupku dipenuhi kabar darinya—bahkan kalau cuma satu kalimat, satu emoji, atau cuma pesan suara yang isinya suara hujan di jendela kamarnya. Sekarang, hening. Tapi aku mulai belajar berdamai dengan hening itu. Aku mulai menulis tentang diriku sendiri, bukan tentang dia.
Chapitres populaires