Can I Call You BABY ?
"Deb? Tolong. Gue tau gue salah dan salahnya itu bukan kesalahan biasa. Tapi bukankah wajar jika seorang manusia khilaf dan melakukan kesalahan? Gak mungkin ada manusia yang sempurna. Lagipula, gue terhasut oleh Tasya yang gue kira dia adalah wanita baik-baik."
Aku mulai memperhatikan Abay dan mendengarkan dengan baik-baik ucapannya itu.
"Maaf. Allah saja maha pemaaf, masa umatnya tidak? Dan dalam kehidupan ini, ada hal yang bisa dilakukan dalam kesempatan kedua, yakni memperbaiki diri. Gue yakin gue bisa menjadi orang yang lebih baik kalau lo ngasih gue kesempatan."
Aku masih diam bergeming dan tidak berpindah posisi sedikitpun.