Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ranjang Majikanku

Di Ranjang Majikanku

Sore merambat turun perlahan. Langit memerah tipis di balik deretan ruko blok depan perumahan. Lampu minimarket sudah menyala, memantulkan cahaya putih ke aspal yang sedikit lembap setelah hujan siang tadi.
9.6808.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.0K kali sebagai hujan depan rumah sore
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
marwatuljannah59 marwatuljannah59
kapan nikahnya ya Bhaga &Binar? greget bgt, pdhl dibikin nikah aja dlu. Bu Nurma mlh dibikin balik ke stelan awal pdhl dia sudah mulai baik sama Binar. stlh Konflik Daniel kirain mau nikah, ehh malah dtg ms lalu .ingin liat binar bahagia jd istri Bhaga. konfliknya udah nikah aj, tapi yang rinagn² aj
Abah
yang diharapkan Bhaga&Binar segera menikah dan bahagia, tetapi bulan msh ingin melihat Binar menderita. Pdhl bu Nurma sdh mulai luluh, tetapi dgn kejadian tertabrak nya Ardan membuat Binar merasa bersalah bgt dan Bu nurma jadi makin membenci Binar. Bosan dgn alur Celia, koq dia kut bgt
Baca Semua Ulasan
The Billionaire's Revenge

The Billionaire's Revenge

jawab Martano dengan gelak tawa yang masih tersisa. “Hanya orang-orang tertentu yang tidak akan aku lupakan,” jawab Darren santai. Darren memandang langit malam yang gelap, mendung terlihat dengan jelas. Apalagi angin malam yang cukup kencang mampu menggoyangkan beberapa pohon yang tumbuh di halaman depan dan samping rumah Darren. “Sebentar lagi mau turun hujan,” gumam Darren pelan.
7.316.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 499 kali sebagai hujan depan rumah sore
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Tanpa harus khawatir ada warga yang berkeliaran di malam hari. Secara perlahan-lahan pintu belakang dibuka oleh Mang Mumu, terlihat langit yang menghitam dengan hujan deras yang terus-menerus mengguyur Kampung Sepuh pada malam itu, sehingga Mang Mumu mau tidak mau harus mengambil payung yang dia pegang di tangan sebelah kirinya pada saat itu.
10126.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai hujan depan rumah sore
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Gadis Kesayangan Tuan Adrian

Hujan turun deras sejak sore tadi, memukul atap Rumah Jelita tanpa jeda. Langit di luar sudah gelap dengan cahaya dari kilatan petir, seolah ikut menekan suasana. Aku turun dari kamar dengan niat ikut makan malam bersama nona yang lain. Namun, sebelum sempat mencapai meja makan, suara ribut terdengar dari arah depan rumah. Suara itu terlalu keras untuk diabaikan.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai hujan depan rumah sore
Baca
+Pustaka
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

Lokasi: Rumah Kotak Sabun (Malam Hari, Hujan Badai) Langit Depok sedang marah. Kilat menyambar-nyambar, guntur menggelegar, dan hujan turun seperti air terjun. Di dalam kamar tidur utama (yang sempit), Berlin sedang panik. TES... TES... TES... "Mas! Bocornya makin parah!" jerit Berlin sambil menaruh ember kelima di atas kasur. "Ini bukan bocor lagi, ini air terjun Niagara versi lite!"
10810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai hujan depan rumah sore
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Si Tuan Dingin

Kontrak Cinta Si Tuan Dingin

“Pulanglah lebih awal hari ini. Aku akan menyusul.” --- Sore itu, hujan turun deras. Aira berdiri di balik jendela rumah mewah yang tak pernah terasa seperti rumah. Ia memandangi titik-titik air di kaca, mencoba memahami perasaannya sendiri.
10829 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai hujan depan rumah sore
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

​Suara gemuruh petir tadi ternyata hanyalah pertanda akan turunnya hujan deras di sore hari yang menyejukkan suasana rukun tetangga. Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung menatap ke luar jendela ruko, melihat butiran air jatuh membasahi pelataran yang tadi sempat ramai oleh warga. Ia menarik napas lega, merasa syukur yang tak terhingga karena gawai miliknya tetap tenang tanpa ada gangguan pesan aneh apa pun, benar-benar sebuah hari yang damai bagi mereka.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai hujan depan rumah sore
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Langit lirih bergumam. Lagu dengan ritme enak didengar di telinga. Gerimis sudah berganti hujan menderas. Di lereng pegunungan seperti ini, hampir tiap sore setelah kabut, rintik gerimis selalu menjadi teman setia. Apalagi di musim hujan. Tak butuh waktu lama, Langit sampai di ruko Bumi. Mobil dibawanya langsung melewati belakang. Parkir tepat di depan garasi ruko Bumi. Terlihat pintu garasi tertutup.
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai hujan depan rumah sore
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Hujan baru saja berhenti. Sisa rintiknya masih menetes di ujung genting, meninggalkan aroma tanah basah yang lembut di udara sore. Di teras rumah, Raka duduk sendirian dengan hoodie kesayangannya dan wajah tanpa ekspresi. Biasanya, sore-sore begini Opa sudah heboh ngajak main catur atau nonton sinetron bareng sambil ngemil pisang goreng. kali ini, tumben rumah terasa sepi.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai hujan depan rumah sore
Baca
+Pustaka
SUAMI DAN MERTUA DARI SYURGA

SUAMI DAN MERTUA DARI SYURGA

Udara sore terasa sejuk, angin dari jendela kamar membawa aroma sejuk dari awan mendung pertanda akan turun hujan. Saat ia hendak keluar dari kamar, langkahnya terhenti. Dari balik jendela, ia melihat ibunya berdiri di atas kursi tinggi, tangan terjulur ke arah jemuran yang menggantung di tali jemuran bambu. Dada Ahmad berdesir. "Ma!" serunya sambil berjalan cepat ke luar kamar. Ibunya, Sari, menoleh sekilas, tapi tetap sibuk menarik jemuran yang tersangkut. "Apa, Nak?"
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai hujan depan rumah sore
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status