Petaka Mendua
Aisya seolah tidak mampu berucap sepatah katapun, begitu juga dengan Ummi.
Pertahananku pun jebol, air mataku lolos, aku ikut terbuai dengan isakan tangis mereka.
Para warga berdatangan, untuk membantu proses pemakaman, banyak yang tidak percaya, dengan kejadian ini.
Namun, kenyataannya, tubuh mas Yusuf kini sudah terbujur kaku di atas kasur busa.
"Ikhlaskan, pada dasarnya, semua manusia yang hidup, pasti akan kembali kepadanya. Termasuk juga kita, hanya menunggu waktu."
Hot Chapters