MasukWarning!! Cerita ini mengandung adegan dewasa!! Bram mempercayai Marchel untuk menjadi Bodyguard Asha gadis simpanannya. Bram sengaja melakukan itu agar dia bisa lepaskan tanggung jawabnya. Di luar dugaan Bram ternyata Asha dan Marchel sama-sama suka, di belakang Bram Marchel dan Asha menjalin cinta, Marchel bersedia menikahi Asha dan mengakui anak Bram dan Asha sebagai anaknya. Namun hubungan Marchel dan Asha tidak di restui orang tuanya yang seorang konglomerat. Marchel adalah anak tunggal pewaris kekayaannya. Ikuti ceritanya yang penuh intrik
Lihat lebih banyakTak adil rasanya jika sama-sama menantu tapi di beda-bedakan. Itu yang aku rasakan selama menjadi menantu dikeluarga ini. Ada dua menantu disini. Aku dan Lika.
Namaku Rasti. Karena aku menantu dari keluarga yang 'kere' kata ibu mertua, aku di perlakukan sesuka hatinya. Memang ibu mertua sangat menampakkan ketidak sukaannya didepanku. Tapi tidak didepan anak lanangnya. Karena anaknya sangat mencintaiku apa adanya.
Berbeda dengan Lika, Lika anak dari keluarga berada. Dia juga mempunyai gelar dan bekerja sebagai bidan di puskesmas setempat. Ibu mertua selalu manyanjungnya. Tidak pernah menyuruhnya dan selalu membanggakan manantu kesayangannya di depan teman-temannya.
"Ko, besok istrimu suruh ke sini, suruh bantuin ibuk masak buat acara arisan, istrimu kan nganggur dari pada cuma bengkakin badan suruh ke sini bantu-bantu."
Ucap ibu suatu hari dengan gayanya yang sok sibuk.
"Iya bu nanti tak sampaikan ke Rasti, mantu ibukan gak cuma Rasti, Lika gak disuruh?"
Jawab suamiku mas Riko seraya bertanya kepada ibunya.
"Lika itu kerja, ya kasihan capek, biar Lika kesini kalau udah mateng aja nyuguhi tamu, biar ngumpul semua mantu-mantu ibuk."
Jawab ibuk sok bijaksana didepan anak lanangnya. Mas Riko pun hanya manggut-manggut saja. Memang kami sudah mempunyai rumah sendiri-sendiri. Jadi tidak ada yang serumah dengan mertua. Tapi mas Riko hampir setiap hari main ke rumah ibunya.
Itulah aku, selalu tidak bisa menolak keinginan mas Riko untuk membantu ibunya masak-masak. Walaupun aku tau pasti ucapan ibu selalu membuat luka di hati. Terasa masak kurang bumbu kalau ibu mertua ketemu aku tidak membuat terluka.
Esoknya pun aku datang ke rumah mertua karena takzimku kepada suami. Disana sudah ada tetangga kanan kiri yang datang ikut bantu masak. Aku melangkah ke dapur dengan enggan.
"Udah siang baru nongol, ngapain aja di rumah? Tetangga udah pada dateng bantuin, mantu sendiri kok telat."
Baru saja sampai di dapur sudah dapat ocehan dari mertua yang membuat mata pada mengarah padaku.
"Tadi masih nganter Yuda kesekolah bu dan masih beres-beres rumah."
Jawabku santai sambil ikut bergabung ke yang lainnya.
"Alesan aja... udah tau disuruh bantuin harusnya bangunnya lebih pagi, dasar pemales."
Sahutnya lagi dengan gaya sok sibuknya.
"Sudah lah bu kita-kita juga baru dateng."
Sahut buk Retno menengahi.
"Biar gak kebiasaan bu, wong dirumah juga nganggur, kalau Lika wajar dia kerja, jadi memang tidak saya suruh bantu masak, kasihan, biar kesini kalau udah mateng tinggal nyuguh ke tamu aja."
Baru sepagi ini hatiku sudah dibuat terluka. Aku hanya bisa diam. Mau jawab pun mikir ada beberapa tetangga.
Bisa di bayangkan gimana perasaanmu menjadi aku? Selama masak berlangsung hanya Lika yang di sanjung-sanjungnya. Dan aku hanya di suruh-suruhnya kesana kesini jika ada bahan yang kurang, hingga semua bahan yang mentah menjadi matang siap makan. Membuat batinku semakin terluka.
"Bu maaf Lika baru pulang kerja, tadi nungguin orang lahiran."
Ucap Lika dengan gaya manjanya. Dia memang sangat manja dengan ibu. Karena ibu mertua juga sangat memanjakannya.
"Gakpapa cah ayu, kamu suguhin makanan ini ke tamu-tamu yang udah pada dateng ya!"
Jawab ibu seakan menjadi mertua terbaik didepan teman-temannya.
"Sabar ya Rasti."
Ucap bu Retno berbisik ke telingaku. Mungkin dia menyadari raut mukaku yang terlihat cemburu melihat kedekatan ibu dan Lika. Aku hanya tersenyum getir menanggapi ucapan bu Retno.
Sepanjang acara arisan, Lika lah seakan-akan menjadi menantu idaman, menantu terbaik, menantu yang mengerti kerepotan mertua. Karena Lika yang nampak sibuk mengeluarkan makanan yang aku masak beserta tetangga terdekat.
Aku tak sanggup melihat ini semua dan memutuskan pulang. Biarlah ibu mertua akan mengadu yang aneh-anek ke mas Riko karena aku pulang disaat acara belum selesai. Membiarkan Lika pontang-panting sendirian nyuguhin tamu. Lagian keberadaankupun tidak dianggap ada disana.
Ya mungkin sudah menjadi takdir, menantu kaya selalu dipuja, menantu miskin selalu dihina.
Ya hanya Lika yang di puji-puji. Padahal tanpa aku entah apa yang akan disuguhkan ke tamu. Karena tetanggapun tidak membantu sampai semuanya matang. Pada pulang satu persatu karena mempunyai kesibukan sendiri-sendiri.
Next?.
"Papa sudah senang kita bisa berkumpul kembali seperti sekarang ini, Papa gak mau nanti, gara-gara pekerjaan itu kita kembali terpecah." Jawab Yanuar"Papa kamu benar Sha, kadang-kadang apa yang Papa kamu bilang itu bisa terjadi, karena Papa kamu itu sangat tahu karakter Mama." Ujar Melissa."Tapi kan udah pada tua pastinya sudah banyak berubah Ma, masak sih mau ribut melulu, Asha sih cuma ingin Papa dan akur." Ujar Asha.Asha mencoba untuk menengahi, dia merasa kalau Melissa dan Yanuar sama-sama keras, makanya dia jadi korban dari keegoisan kedua orang tuanya."Kita tetap seperti sekarang ini saja, Papa sih tidak ada persoalan dengan pekerjaan, Papa sangat senang melihat kita bisa kumpul seperti ini, Papa sama Mama akan baik-baik saja Sha." Ucap Yanuar"Tapi kan sekarang ini Papa dari Nol lagi, mulai dari bawah lagi, Asha ingin Papa juga punya kedudukan yang cukup penting." Jelas Asha"Soal keinginan kamu itu gampang Sha, Papa akan pi
"Sebajingannya Papa, gak sampai hati lah Papa berperilaku seperti itu, Mama kamu itu sangat kenal Papa." Ujar Yanuar.Melissa yang mendengarkan penjelasan Yanuar, tidak bisa menahan diri untuk ikut menimpali, "Aku sih awalnya sempat percaya dengan isu itu Yan, aku tahu walau pun kamu tidak baik-baik amat, tapi tidak mungkin sampai melakukan itu, apa lagi kamu tahu kalau kamu punya anak perempuan." Timpal Melissa."Itu dia Mel, aku sangat tahu itu.. aku juga gak mau anak perempuan aku diperlakukan seperti itu." Jawab Yanuar.Marchel dan Asha saling pandang mendengar penjelasan Yanuar, yang sangat takut kalau anak perempuan satu-satunya, mengalami hal seperti itu. Pada kenyataannya, anaknya sudah menerima nasib seperti itu."Terus sekarang gimana Yan? setelah kamu terbebas dari fitnah itu? Kan harusnya kamu kembali rukun sama isteri dan anak-anak kamu?" Tanya Melissa."Biarlah.. aku lebih senang ada di antara kalian, aku ingin men
Usaha Asha untuk mempertemukan kedua orang tuanya tidak sia-sia. Melissa mau menerima kedatangan Yanuar, setelah di desak Asha. Yanuar mendatangi Melissa di Mells Residents, dalam pertemuan itu juga ada bi Hana.Seharusnya ini adalah sebuah pertemuan yang dramatis, antara Melissa dan Yanuar, setelah selama dua puluh tahun tidak pernah bertemu. Namun pertemuan itu di respon dengan dingin oleh Melissa, tangannya terbuka, tapi hatinya tetap tertutup.Asha menyambut Papanya dengan pelukan hangat, dan Yanuar pun membalas pelukan Asha dengan penuh kasih sayang,"Alhamdulillah.. akhirnya Papa datang juga." Ucap Asha sambil cium tangannya dan memeluk Yanuar."Kalau kamu yang minta, Papa pasti datang sayang.. Papa gak mau kamu kecewa." Ucap Yanuar penuh kehangatan.Asha mengajak Yanuar duduk di ruangan tamu, dan disambut oleh Marchel yang ada di ruang tamu dengan Brama. Marchel pun cium tangan Yanuar, dan mengajak Brama untuk cium tangan pada
Marchel menceritakan panjang lebar soal Yanuar, berdasarkan penjelasan Bram, yang merupakan kakak dari isteri Yanuar. Marchel menjelaskan juga, kalau Yanuar hanya kena fitnah. Yanuar sama sekali tidak terlihat hubungan asmara dengan Petty, semua hanya kesalah fahaman.Marchel menjelaskan apa yang dikatakan Bram padanya, "Pak Bram bilang, tidak terjadi apa-apa antara Petty sama Papa, menurutnya Papa tetap memperlakukan Petty sebagai keponakan, itu yang diceritakan Petty pada pak Bram dan pak Bram mempercayai cerita Petty." Ujar Marchel."Masih menurut pak Bram, beliau sudah kasih tahu tante Ratih.. dan Papa akan kembali ke keluarga Papa." lanjut Marchel.Mellisa mendengarkan apa yang dikatakan Marchel. Marchel terus cerita tentang apa yang diketahuinya tentang Yanuar, baik dari Bram atau pun dari Yanuar sendiri."Kalau penjelasan Papa juga sama Ma, Papa cuma kena fitnah, Papa menganggap Petty sebagai keponakan, sehingga Petty juga diperlakuka
Ada perasaan bersalah dalam diri Bram terhadap status Brama. Dia merasa perlu untuk menegaskan tanggung jawabnya terhadap Brama, yang selama ini tidak terlalu dipersoalkan Asha dan Marchel. Namun, semakin besar Brama, maka akan semakin besar kebutuhan hidupnya.Bram mengajak Asha dan Marchel
"Justeru karena aku percaya kamu mas, makanya aku minta kamu jujur sama aku."Marchel mendekati Asha dan memeluknya dari belakang, "Terima kasih ya sayang.. kamu sangat mengerti aku, aku cuma ada kamu Sha, tidak ingin ada yang lain." Rayu MarchelMarchel merasa lega menceritakan s
Sampai di kamar Melissa, Marchel dan Asha menceritakan tentang kabar baik untuk Yanuar. Melissa tanggapannya biasa datar saja, tidak ada respon yang berarti. Melissa seakan-akan tidak peduli dengan masalah Yanuar, sehingga Asha bingung dengan sikap Melissa,"Ma.. kan Papa sudah dinyatakan pa
"Iya Sha.. syukurlah kalau kamu merasa seperti itu, setidaknya mengurangi rasa bersalah saya terhadap kamu." Ujar Bram"Pak Bram sudah cukup bijak dalam hal ini, saya dan Asha sangat memaklumi posisi bapak, tapi ya.. seperti inilah jalan yang Tuhan berikan." Tambah Marchel"Saya sangat












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan