Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

“Indah. Mata kamu bentuknya bagus. Bulat, ukurannya pas, tapi … agak sedikit sendu.” Athaya terdiam. Ia sibuk menenangkan jantungnya yang meloncat-loncat di dalam sana. “Tapi nggak tau deh nanti gedenya kayak gimana. Mudah-mudahan nggak centil kayak bundanya.” Mereka sama-sama tertawa. “Memang aku centil gimana sih?”
10170.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Matteo melangkah dua langkah mendekat, tidak berkata apa-apa, hanya memandanginya sebentar, memperhatikannya dari atas hingga bawah, dengan seksama. Jeanet merasa tidak nyaman diperhatikan seperti itu, dia menyentuh lengannya, "Ada apa?" "Jeanet, kamu kurusan, dagumu jadi lancip." Setelah beberapa saat, Matteo akhirnya berkata begitu. "Benarkah?" Jeanet menyentuh pipinya, tersenyum senang, "Kalau begitu, baguslah, aku selalu merasa wajahku terlalu besar, lebih baik kalau sedikit kurus ..."
9.6755.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.9K kali sebagai mata sering kedutan
Tampilkan Ulasan (128)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dewi Purnamasari
bagus banget, meskipun cerita nya agar d putar putar kan. tapi mendalami kisah rumit antara kaysilla sama zenith bikin terharu, cuma pas menjelang ending jadi kayak kurang seru . tapi semangat ya para pembaca, happy ending kok meskipun kita selalu ketar ketir dan ikut putus asa...
Baca Semua Ulasan
Aku Ingin Kau Jadi Milikku

Aku Ingin Kau Jadi Milikku

“Dan orang itu—kupikir—adalah aku.” Matthew terbahak kecil, lalu buru-buru menutup mulutnya. “Maaf,” ucapnya sambil kembali bersikap serius. Tapi senyuman lembut masih menggantung di bibirnya, jelas tidak hilang sepenuhnya. Bonita mengerling kesal. “Aku tahu itu terdengar angkuh. Tapi aku juga punya nilai tinggi. Aku tidak sembarangan berminat pada pria.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

"Baru sebentar tapi rasanya sudah penuh sekali di mulutku. Mau aku bantu bangunin lagi, hm? Atau kamu kecapekan?" Namun, ketidakmampuan pria itu yang terlampau konyol rupanya sedikit merusak kontrol otot wajah sang wanita. Di sudut bibirnya yang berlipstik merah muda, tanpa sengaja terukir seutas seringai kecil—sebuah kedutan yang memancarkan rasa kasihan dan ejekan. Itu hanya berlangsung sekian milidetik. Namun, bagi seorang pria dengan rasa rendah diri yang mengakar hingga ke tulang sumsum, kilatan ejekan itu terlihat sangat jelas.
9.89.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
My Sweet Wife

My Sweet Wife

Apalagi saat ia menyadari bahwa suaminya hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan Sang Mama. ‘Kenapa aku seperti orang bodoh yang tak tahu apa-apa?’ gumam Mita dalam hati. Bersambung .... * Gimana dengan double updatenya? Seru nggak? Kalau mau cerita ini double up terus, jangan lupa beri komentar dan rate bintang lima ya, Kak. Terima kasih.
1021.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
RAHASIA DEVANA

RAHASIA DEVANA

Dengan bibir yang mengerucut membuat Devana gemas melihatnya. "Jangan cemberut Mit, kamu jadi jelek tau kalau cemberut kayak gitu. Nanti gak ada cowok yang naksir kamu loh," Ucapan Devana saat melihat wajah sahabatnya ditekuk sambil terkekeh kecil.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
OTW Menjanda

OTW Menjanda

Mata bermanik kecokelatan itu meredup. “Maksud Abang?” “Saya sering ingin menangis, tapi tidak bisa.” Renata tertegun melihat mata yang menerawang. Ia tidak ingin bertanya lagi dan membiarkan suasana hening mengisi ruang itu. Agaknya ada yang ingin menumpahkan sebagian duka. “Ah, saya kok malah bikin kamu semakin stres. Apa saranmu untuk sekarang, mau ngobrol di sini atau jalan - jalan keluar?” Senyum Satria terkembang lagi. Matanya kembali berbinar.
1013.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Unexpected Encounter

Unexpected Encounter

"Aku nggak godain mas Satria, kok, bajuku masih kaos oblong, aku nggak pake bedak, nggak sok kalem, suka marah-marah, nggak pura-pura baik di depan. Dia aja yang matanya rusak sampe bilang suka ke aku." Maudi menarik napas lagi, dia kemudian mendongak, tersenyum kilas. "Tapi tenang, aku juga udah tolak kok," ujar Maudi santai. "Nggak akan ada drama ipar yang saling benci, mertua yang menyiksa atau menantu yang teraniaya." Sera terdiam lama. Gadis yang menggunakan pakaian wanita masa kini itu mengedip lambat.
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 995 kali sebagai mata sering kedutan
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Nur Umaya Erwin
luar biasa. hal hal yg ditulis sederhana tapi ngena dengan kehidupan nyata. gaya bahasa bisa dimengerti dan wow banget. author juga keren ngemas ceritanya. 1 lagi, bab per bab selalu menarik dan ditunggu.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

protes Bran meringis. “Kenapa, Bran?” tanya Mama mendongakkan kepala ke belakang. “Iin nih, Tan. Suka banget cubit-cubit,” ringis Bran sok manja. “Ari nggak boleh gitu. Cubitan kamu itu sakit loh,” tegur Mama sambil menggelengkan kepala. “Benar tuh, Bran. Sakit kayak digigit semut api,” komentar Uda David. “Uni kayaknya belum pernah merasakan cubitan sendiri, jadinya seenak perut cubit orang,” imbuh si Bontot nggak mau kalah.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Hug Me!

Hug Me!

“Ngak apa-apa Ma, itu tadi cuma kecelakan kecil.” “Terus ini rambutmu siapa yang potong? Kok jelek banget modelnya?” cerca Mama Eva, sambil memengang ujung rambut Intan. Intan tertunjuk dan terdiam, dengan perlahan bibirnya berkata “aku Ma.”
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status