Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

Manik mata berwarna hitam pekat yang begitu menenangkan dan memberikan rasa damai. “Om! Ngapain sih?” tanya Dean bingung pada sikap aneh Atma. Pria itu hanya mengendikkan bahu acuh dan berjalan menjauh. “Ish aneh banget dasar. Memang ya Mba kalau orang sudah umur itu suka gak jelas tingkahnya.” Clarita hanya menggeleng dengan senyum di wajahnya.
9.434.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 729 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Dan mata yang menggoda itu, mata memikat yang bisa mencuri jiwa seseorang, sangatlah membuat gila. "Itu tidak lucu," katanya, ekspresinya tenang dan tanpa kemarahan. "Jangan lakukan itu lagi. Kau mungkin berpikir itu lelucon yang tidak berbahaya, tetapi orang lain tidak akan melihatnya seperti itu."
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Kepala Sekolah

Istri Rahasia Kepala Sekolah

Takut Malati tertekan dan stres. Namun kekhawatiran mereka terpatahkan ketika melihat respon Malati yang biasa saja pada perundungan ‘verbal’ yang mereka lakukan. Ia sama sekali tidak menanggapinya! Tidak pernah menunjukan ekspresi marah ataupun kesal. Erlangga sempat berpikir jika Malati itu mengalami kelumpuhan wajah.
1042.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Wanita Berhati Baja

Wanita Berhati Baja

Matanya terpejam dengan beberapa kerutan, seolah tengah kesakitan. “Mas, kamu gak papa?” Wajahnya memucat. “Apakah ini karma?”
1031.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Dia lalu menangis keras, "Teman-teman, apa kalian lihat? Itu dia!" "Dia masih saja belum melepaskanku! Sekarang dia bahkan datang dan membuat masalah di rumahku! Hiks!" Orang-orang yang menyaksikan siaran langsung pun sontak terpancing emosi. Mereka segera mencaci makiku. "Keterlaluan sekali! Memangnya punya uang berarti bisa merisak siapa saja semaumu?" "Benar sekali! Rani sudah semalang itu masih saja mau dihabisi!"
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Kepincut Duda Berjanggut

Kepincut Duda Berjanggut

keluh Farzan Bramanty. Jauhari melebarkan senyuman. "Susah ditahannya, Kang." "Bang Ari memang murah senyum. Nggak kayak Drew," ledek Zijl Narthana. "Aku nggak senyum pun tetap cakep," balas Drew Bimantara. "Tapi tetap jomlo." "Nanti juga aku nyusul kamu. Bukan pacaran lagi, aku mau langsung nikah." "Sebelum kalian, aku duluan yang married," celetuk Ekyavan Zuleman.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Tatapannya lurus dan wajahnya tanpa ekspresi. “Tadi aku keluar, mencari makanan untuk anak kita,” tawanya gelagapan, menggaruk kepala lalu tersenyum dengan mata menyipit. “Hari ini aku akan pergi,” katanya pelan seraya menekan kacamata di hidungnya. “Aku ikut, lagian aku merasa bosan jika di rumah seharian.” Justin langsung meninggalkan Cindy tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
897 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Dituduh Mandul

Dituduh Mandul

delikan penuh arti dari Zack membuatku tersadar, mungkinkah dia mendengar saat mama Erlita dan Rania mengejekku. “Agh, gak seperti itu, kamu bukan bos gendut dan kepalanya botak kok!” cetusku tanpa sadar, masih di delik oleh Zack, “ahh, ga seperti itu maksudnya, itu … itu … sebenarnya mereka itu mantan mama mertuaku dan juga wanita yang disetujui mama mertuaku bersama suamiku, awwww!” aku menjerit karena tiba-tiba saja Zack mencubit pinggangku.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Terjebak Hasrat  Duda Cerewet

Terjebak Hasrat Duda Cerewet

Mata Laura terbelalak melihat duda cerewet yang sangat menyebalkan itu sudah berdiri di pintu lagi dengan tatapan seperti serigala yang siap melahap mangsanya. 'Astaga! Mengapa dia muncul terus? Bukankah tadi dia ada di kamar? Apakah duda cerewet itu punya banyak telinga yang menempel di area dapur?' Laura bergidik sendiri membayangkan ada banyak telinga menempel di dinding. "Praaaangg!"
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Asisten Pribadi Tuan Muda

Asisten Pribadi Tuan Muda

Vano di depannya menampilkan raut wajah yang super datar dan kaku, membuat Mita semakin harap-harap cemas. Namun walaupun begitu dia tetap menampilkan senyum bodohnya atas alasan nggak masuk akal yang tadi dia ucapkan. Otak - kotak, nggak beda jauh kan?
9.4128.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai mata sering kedutan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status