Bimbingan Terlarang Dosen Gay
Pintu depan yang besar itu berderit terbuka pelan.
Dalam cahaya remang-remang yang masuk dari lampu jalanan, sesosok pria terhuyung masuk. Pria itu tinggi, tapi tidak setinggi Adrian. Ia tampak masih muda. Mungkin seumuran dengannya. Ia mengenakan jaket kulit yang mahal, rambutnya acak-acakan, dan ia jelas mabuk parah.
Pria itu bersandar di dinding, mencoba melepaskan sepatunya tapi gagal, dan akhirnya menendangnya begitu saja.