Suara Desahan Di Kamar Iparku
Ibu mertua berjalan tergopoh-gopoh mendekati Mama lalu berhenti di sampingnya.
"Jeng, semua hanya salah paham. Raya hanya sedang emosi sesaat, Jeng. Semua bisa dibicarakan," ucap Ibu. Terdengar ia menghembuskan napas berat.
"Jeng, kita sebagai orang tua seharusnya membuat rumah tangga anak kita tetap rukun, bersatu. Jangan sampai rusak seperti ini hanya karena kesalahpahaman saja."
"Kesalahpahaman kamu bilang, Arita?!" Nada suara Mama begitu menggema. Mama mengangkat tangannya, mengarahkan jari telunjuk tepat di depan wajah ibu.