Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NEWBORN

NEWBORN

“Kudengar, Dean sudah memburumu dan … membunuhmu?” “Dia menjadi rekanku sekarang,” Dean berkata. “Wah, aku tak pernah terpikir tentang itu, tapi kurasa itu justru membuat permainan ini menjadi semakin menarik,” balas Warren. Dean sama sekali tak mengerti maksud kata-kata Warren, tapi kemudian, ia menatap seorang newborn wanita berdiri tak jauh dari Warren. Newborn itu berambut cokelat keriting, matanya sewarna madu, sedikit kemerahan dan lebih pekat. “Kulihat, kau juga sudah punya rekan, atau bisa kubilang, newborn lain untuk dimanfaatkan dalam permainanmu ini?”
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 968 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Memulai Kisah Baru

Memulai Kisah Baru

Kami berkumpul di ruang kerja Om Mahavir usai rapat tadi. “Aku sudah bilang, Sumatera punya peluang besar untuk menjadi tujuan wisata. Jonah menemukan ada banyak hotel tua yang dijual, jadi mengapa harus kita sia-siakan? Kita membelinya dengan harga yang terjangkau, beberapa bulan atau tahun lagi properti itu akan naik drastis. Saat orang-orang baru membuka hotel di sana, kita sudah siap dengan milik kita.” Om tertawa bahagia. “Aku sudah siap untuk pensiun dan keliling dunia.”
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Cinta Wanita Matre

Cinta Wanita Matre

"Oh ya? Tapi sayang sekali, lusa Om harus berangkat ke Paris untuk shooting. Ada film baru yang akan Om garap untuk penayangan pertengahan tahun depan." "Mungkin lain kali kalau Om ada waktu." "Om usahakan untuk nonton streamingnya." "... Setiap ada tim yang tanding, terutama tim kamu, semua tim minta break untuk nonton." lanjutnya sambil terkekeh. Drew ikut tertawa. Rasanya senang jika ada yang menantikan pertandingan timnya. Sebagai kapten, ia bangga. "Terlalu asik ngobrol, sampai nggak dengar Mama panggil dari tadi." tukas Nyonya Wayne sambil bersedekap.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

batinku sambil menutup baku tabungan yang jumlahnya gak sampai dua juta. "Kita berkemas mau kemana, Ma?" "Pindah." "Pindah kemana?" "Ke kota sebelah, mencari hidup dan nafkah." "Kita akan makin jauh dari Papa," gumam Naila. "Apa boleh buat, Nak. Insya Allah kita akan kuat menjalani semuanya bersama." "Siapa yang bilang Mama?"" "Kata hati Mama." "Yakin?"
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status