Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MATI RASA

MATI RASA

Karena tak tahan lagi ia beranjak pergi dari ruang tengah yang tak begitu besar tempat dimana Aulya di cecar pertanyaan sulit, dengan wajah tertunduk dia mengusap air matanya dan berlalu menuju kamar meninggalkan orang tuanya yang dirundung rasa bersalah. "Bi...apa secara tidak langsung kita telah memaksakan kehendak kita pada Aulya bi? Umi khawatir kalau Aulya nanti tidak bahagia dengan pernikahannya!" Ucap umi Habibah lirih dan mengusap tangan sang suami, wajah yang terdapat sedikit keriput namun masih terlihat cantik bagaimana tidak umi Habibah adalah wanita berdarah Pakistan yang telah menemani abi Ilyas selama hampir 21 tahun lamanya. Kini merasakan kecemasan tetapi tidak dapat ia jelas
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Ini adalah toko milik Vivian. Sejak hari pertama Vivian kembali ke Kota Ganora, aku sudah tahu Dion begitu bersungguh-sungguh menyiapkan segalanya untuk wanita itu. Nama tokonya, "Cinta Sepuluh Tahun", melambangkan hubungan mereka yang telah berlangsung selama sepuluh tahun. Mereka sudah saling mencintai sejak muda. Kemudian Vivian pergi ke Avora demi mengejar impiannya.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

" Marwa terisak. "Apa belum jelas apa yang Mama katakan tadi? Marwa, kamu itu mandul. Lebih baik tinggalkan Ammar dan biarkan dia bahagia bersama Alena. Alena telah dinyatakan subur oleh dokter kandungan, dan setelah mereka menikah maka Mama akan segera memperoleh cucu. Sudah jelas?"
5.713.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
MADU DARI MERTUA

MADU DARI MERTUA

Fani menyeka airmatanya "Maaf, Bunda, boleh kasih saya waktu?" ucap Fani. "Ya, Bunda paham." "Boleh saya bicara dengan Mama saya?" "Ya, silakan." Sania pun meninggalkan Fani dan Renny berdua. Hanya berbicara empat mata. "Ma, Mama yakin dengan semua ini, Ma?" tanya Fani terisak. "Mama sangat yakin." "Mama sudah memikirkan semuanya. Ini yang terbaik buat kamu, Fani," ujar Mama Renny.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
MINE

MINE

geram Davin marah. "Jaga-jaga kalau kalian udah nemuin aku." Allen berkata santai sambil memutar-mutar tombol di tangannya itu, "Aku tinggal tekan tombol ini dan boom! Pacarmu akan mati." "Gila! Kamu juga akan mati!" teriak Adam kesal.
1035.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Suamiku Mati Kutu

Suamiku Mati Kutu

[Ren, guwe punya ide] [Apaan? [Buat pesan siaran seperti ini : !Dicari! Istri pengganti yang muda, cantik sexy dan bisa menghasilkan banyak uang. Siap menjadi Atm berjalan dan siap menghidupi suami berserta selingkuhannya. Jika berminat silahkan hubungi nomer ini : 081321321321 kirim ke seluruh nomor teman Ervan biar Ervan malu dan marah, sapa tahu aja setelah itu dia menceraikan elo karena dia marah sekaligus malu] [Betul juga] balas Renata dengan imoticon tertawa.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 688 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

usir Aruna dengan menutup hidungnya yang bangir. Tuti yang melihat hal itu, langsung menyeletuk, “Runa! Aku rasa kami hamil. Kapan kamu terakhir datang bulan? Biasanya sih, orang yang biasanya suka dengan kopi, jadi nggak suka dengan kopi, pasti karena dirinya hamil.” “Hamil?!” serempak mengatakan hal itu seraya memandang ke arah Aruna. Kemudian, Aruna terdiam dan berkata, “Aku lupa kapan terakhir menstruasi. Tapi, perasaan kemarin aku datang bulan.”
910.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Barat, Timur, dan utara Lembah Kehidupan mereka bersihkan dari zombie maupun ancaman lainnya. Atas perintah Barata mereka memfokuskan seluruh upaya mereka kea rah utara di mana arah tersebut merupakan jalan menuju ke Kadipaten Swangiri. Dibekali dengan persenjataan yang lebih baik dari beberapa waktu lalu. Mereka melakukan pembersihan itu dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki, Walujeng yang baru saja dipercayai oleh Barata ingin menampilkan kekuatannya dan membuktikan pada mereka jika Barata tidak salah dalam melihat dirinya.
1058.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci

Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci

Wajahnya berubah. “Leonardo—” Leonardo menoleh. “Apa?” Adriana menunjukkan layar. Breaking News.”Sistem Pembayaran Global Baru Aktif” Elena menatap berita itu. Matteo muncul di layar televisi bandara. Ia berdiri di depan kamera dengan senyum tenang. “Revolusi tidak bisa dihentikan,” katanya. Sunyi. Leonardo menatap layar, Sofia melihat jam di laptopnya lalu berkata pelan. “Tidak.”
882 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Perlahan Beni memutar setir dan mobil pun berhenti tepat di depan gerbang rumah baru yang akan kami tempati. Beni membuka kunci pintu mobil dan turun untuk membuka gerbang yang bercat putih itu. Pun mobil supir pengangkut barang—perabotan rumah kami juga ikut mengeluarkan semua isi yang sempat memenuhi ruang belakang. “Mama, kita udah sampai rumah baru sekarang?” tanya Andita yang tampak ceria dari raut wajahnya. “Wah, besar banget rumah baru kita, Ma,” timpal Andin yang ikut turun dari mobil dengan mendongak ke arah atap rumah dan depan bangunan yang modelnya mungkin lama tapi menarik.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status