Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Tuan Muda Lumpuh

Istri Tuan Muda Lumpuh

ujar Cruise mengingatkan Mattew untuk hal-hal yang mungkin terjadi diluar prediksinya. “Shiittt …!” umpat Mattew kasar. “Kabari aku jika servernya sudah berfungsi normal, tidak ada gunanya aku di sini karena orang-orangmu lebih ahli,” ujar Mattew yang kemudian pergi meninggalkan kediaman Cruise untuk memperingatkan Geena akan bahaya yang mengancamnya, *
1049.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
New duda

New duda

ujar Miyara begitu sopan dan bijak. "Uhm, sayang, kamu mau gak punya Papa baru?" Galuh melongo kaget melihat istrinya yang justru bertanya hal seperti itu. "Papa baru?" ulang Miyara bingung. "Maksudnya, Ma?" "Maksud Mama Papa baru untuk Mama Fayla, sayang." Butuh beberapa menit bagi Miyara untuk mencerna ucapan Stecy. "Mama Fayla mau menikah?" pekik Miyara spontan bertanya
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

Harapnya bisa tidur menghilangkan beban pikiran soal papa yang menikah lagi, ejekan teman-temannya soal mama kandungnya, tapi ponsel pintarnya malah mengganggu dengan berdenting secara beruntun. Pesan chat masuk bertubi-tubi dari si kampret Aldo. Woy, udah sampai rumah? Gimana mama baru lo? Cantik, bahenol apa biasa aja? Woy, balas woy! Kampret banget, kan? Salah satu contoh teman nggak ada akhlak. Teman yang harusnya ikut bersuka cita karena Elang dapat mama baru, ada mama tempat berbagi keluh kesah, tapi Aldo malah kepo soal seperti apa rupa mama barunya.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Kunikmati Suami Mendua

Kunikmati Suami Mendua

Mati Aku. "Hmmm saya kenal baik siapa suamimu. Karena dia teman lamaku. Kalau kau tak percaya, kau boleh tanyakan pada suamimu. Bahkan rumah yang kamu tempati sekarang milik suamimu bukan?. Apa kau mau jika ketahuan selingkuh kamu akan terusir dari rumah mewah itu?.bahkan Aku juga menyimpan nomor Ferdi suamimu lho Mbak Alwa yang terhormat. Atau aku juga bisa memberitahu hal ini pada keluarga suamimu. Aku punya banyak poto-poto mesra kalian. Mau lihat??"
9.5124.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Mertua Masa Gini?

Mertua Masa Gini?

tutur Kirana, ia nambah sambal matah yang super seger karena asam pedas. "Mau tau? Kenapa? Incer warisan?" judes Gendis. Kirana hanya menyipitkan kedua matanya ke arah sang ibu. "Nuduh melulu. Kiran punya gaji sendiri, Bu." "Oh, kirain. Ibu mau sumbangin warisan Ibu soalnya, kalian cari duit sendiri, ya," canda Gendis. Nanda dan Kirana hanya menggeleng pelan sambil terkekeh.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Mengukir Impian Baru

Mengukir Impian Baru

tanya Naura yang tiba-tiba saja sudah duduk di antara kami. “Ah, maaf, Bu.” Sari dan Retno serentak berdiri. Mereka membawa cangkir dan piring mereka, lalu meletakkannya di atas bufet bersama peralatan makan yang kotor lainnya. “Selamat untukmu dan Jonah.” Naura melambaikan undangan yang dipegangnya. “Aku tidak menduga bahwa kalian akan menikah secepat ini. Kamu baru saja diterima bekerja, apakah kamu akan mengundurkan diri setelah menikah?”
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 728 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

tanya ibu tanpa menoleh sedikitpun pada menantu barunya itu. "Iy-iyaa, B-Bu," sahut wanita berambut kuning itu gugup. Sesekali sudut matanya melirik Mas Dewa dengan penuh tanda tanya. Sepertinya Mas Dewa tidak kompromi dulu dengan istri barunya itu sebelum menemui ibu. "Zahra ..." Ibu memanggilku. "Iya, Bu?" "Ajarkan Liana. Mulai besok, Dia yang merawat Ibu," tegas ibu mertuaku
9.6291.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

tanya Purnomo sambil mengangkat lembut dagu Mawar, ketika mata mereka sejajar, dia mengusap airmata istrinya yang kian deras. Seketika lamunan Mawar buyar, dia kembali menghadapi kenyataan di depan Purnomo. “Tidak Mas, aku hanya terharu saja setelah 1 tahun ini belum juga diberi momongan. Aku senang,” jawab Mawar berbohong.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Ibu mertuaku mendengus, "Wanita yang nggak tahu diuntung. Sudah dua bulan dia pergi dan belum pulang." Satria menjawab dengan kesal, "Dasar wanita boros, matikan saja kartunya, lihat apa dia masih bisa senang-senang." Seorang kerabat kemudian berbisik, "Sudah dua bulan nggak bisa dihubungi, kenapa nggak ditanya dulu apakah ibu dari anak itu nggak ada masalah?" Saat itu juga, telepon Satria berbunyi. Tanpa melihat lagi, dia menjawab, "Oh, sekarang baru kamu mau telepon, yang lain pasti berpikir kamu sudah mati di luar sana!"
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
MANTAN? PUTAR BALIK!

MANTAN? PUTAR BALIK!

Lalu, ia beralih mengambil ponselnya dan membuka aplikasi we-a untuk mengecek pesan terbaru. 08416547**** (Mengirim Foto) [Beritahu pacar dari lelaki buaya satu ini. Masih tetap membela dan mendukungnya?] Farah yang melihat ada nomor baru langsung menyeritkan dahi. Dia juga langsung membuka pesan tersebut dan membelakkan matanya setelah tahu apa pesan dan foto yang baru saja dikirim oleh orang asing. "I-ini mantan lo 'kan? Eh, maksudnya pacar." Ujar Farah sambil menyerahkan ponselnya kepada Zura.
772 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai matur nuwun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status