Atasanku, Suami Keduaku
Arsya kembali mendekati Indah dan meremas pinggulnya sebelum ia berganti pakaian untuk olahraga.
*****
“Kayanya kali ini aku harus pakai meja panjang di belakang rumah. Aku suka meja kayu itu. Santai sore di dalam rumah udah terlalu terbiasa. Lagian … kita jarang kedatangan tamu, kan? Mereka pasti suka. Pemandangan hijau, kolam renang, jus dingin, buah, pizza. Mereka pasti suka.” Indah berdiri mempresentasikan sebuah meja kayu di teras belakang rumah yang menghadap kolam renang berukuran sedang. Arsya memandang Indah dengan raut terpukau. Setelah hampir setengah hari di dapur, Indah tampil sangat prima dengan perut besar dan titik keringat di dahinya. “Abang … ngelamun?” panggil Indah lagi.