MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI
"Kita bangun rumah kita di sana. Tanpa madu, tanpa racun. Cuma kita."
Di luar, matahari mulai terbit di ufuk timur Jakarta, menyinari aspal jalanan yang masih basah sisa hujan semalam. Lika-liku rumah tangga mereka memang sudah sampai di ujung babak ini, tapi di dalam saku daster Kinan, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.
“Selamat atas kemenangannya, Kinan. Tapi jangan lupa, mawar hitam selalu punya benih yang tertinggal di bawah tanah. Sampai jumpa di Labuan Bajo.”