Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Demon Emperor

Demon Emperor

Dua buah kursi diletakkan di area sebelah kiri, mengapit sebuah meja kotak berukir kecil di tengah kedua kursinya. Dan dua buah kursi lagi di area sebelah kanan, juga dengan meja kotak di tengahnya. Di atas kedua meja itu diletakkan sebuah lampu minyak yang nyalanya berpendar-pendar. Ada lagi empat buah tempat tidur berukuran single yang diletakkan berjejer rapi, dua di sisi sebelah kiri, dan dua lagi di sisi sebelah kanan, dengan kasur empuk dan sebuah bantal kepala di atasnya untuk tidur-tiduran.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai meja kasur
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Dia berlari dan ikut mendorong meja itu dengan sekuat tenaga, meja yang diatasnya banyak sekali berkas-berkas kertas juga satu set komputer untuk mendata pasien itu mereka dorong, bahkan monitor dan keyboard yang ada di atas meja tiba-tiba terjatuh karena kabelnya masih menempel ke colokan listrik yang ada dibawahnya. Brak, Brak, Sreet, “Satu, dua, dorong!” “Doroong, Dian doronggg!” Sreeeeet, Meja itu terasa sangat berat, karena meja tersebut terbuat dari kayu yang sangat kokoh dengan banyak sekali laci di dalamnya untuk menyimpan berkas, namun mereka tetap berusaha untuk mendorongnya dan menutup lorong itu dengan barang-barang yang ada di ruangan tersebut.
9.630.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 928 kali sebagai meja kasur
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Jerat Kematian CEO Maut

Jerat Kematian CEO Maut

Temannya yang satu ini sepertinya memang memerlukan pukulan untuk membuatnya tetap waras dan tidak berpikir hal yang aneh-aneh. Gita cemberut. Dia lalu menutup cerminnya. “Kamu kok suka mukul sih. Suka main kasar deh,” gerutunya. Ucapannya membuat Rissa tak sanggup menahan tawa. *** Di sebuah ruangan yang sangat megah, tampak seorang pria sedang berlutut di depan sebuah tempat tidur yang juga sangat megah. Tempat tidur itu adalah tipe tempat tidur kayu besar dengan tiang tinggi yang memiliki kelambu. Kelambu itu terbuat dari sutra berwarna putih yang dihiasi dengan sulaman bunga-bunga mawar putih. Keseluruhan kamar itu terlihat sangat cantik tapi juga begitu sendu dikarenakan wanita yang men
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai meja kasur
Baca
+Pustaka
DITALAK LEWAT WA DINIKAHI DUDA KAYA

DITALAK LEWAT WA DINIKAHI DUDA KAYA

Di sudut ruangan, sebuah tempat tidur king-size dengan seprai putih bersih berdiri megah, dikelilingi oleh lampu gantung minimalis. Ada sofa abu-abu lembut dengan meja kaca di depannya, rak dinding penuh buku dan ornamen mahal. Di sisi lain, ada lemari pakaian besar dengan pintu kaca buram yang menampilkan deretan pakaian rapi. Sebuah meja kerja dengan aksen emas tampak berdiri megah di dekat jendela besar yang menghadap taman luas, lengkap dengan komputer dan perangkat lainnya. "Ini ... kamar Mas Ken?" tanya Hanum tak percaya.
10335.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.1K kali sebagai meja kasur
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Nuri Asone
Sya sda berhabis ratusan ringgit ntk mngikuti jalan cerita..hujung²..ttiba cerita stop..smpi brminggu sya mnunggu kelanjutan cerita,tp hampa...sya mngikut 3 buah buku..bgitu jga,stelah brhbis bli bab ratusan ringgit..smpi lbh dri RM400..1 cerita..bukan rupiah ya!
Baca Semua Ulasan
Satu Atap dengan Pria Dingin

Satu Atap dengan Pria Dingin

Tidak ada kasur lantai, tidak ada daybed, bahkan karpet bulu di bawahnya pun terlalu tipis untuk dijadikan alas tidur manusia normal. Rafsen tidak memedulikan protes yang mirip petasan renteng itu. Pria itu berjalan menuju sebuah meja kayu di sudut kamar, tempat sebuah foto berbingkai perak diletakkan di samping vas bunga sedap malam yang masih segar.
10448 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai meja kasur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status