Buat aku, memilih kasur untuk ranjang susun anak itu seperti merancang tenda kecil yang aman dan nyaman. Aku selalu mulai dengan ukuran dan ketebalan: untuk kasur di tingkat atas aku cari yang tidak terlalu tebal supaya palang pengaman tetap efektif — biasanya di bawah sekitar 15 cm (sekitar 6 inci) di banyak kasus. Untuk tingkat bawah boleh lebih tebal, tapi pastikan kasurnya pas dengan rangka supaya tidak ada celah yang berbahaya.
Selanjutnya aku perhatikan kekerasan dan material. Anak itu butuh permukaan yang cukup firm supaya tulang belakang tumbuh baik, tapi juga empuk di bagian bahu dan pinggul. Aku cenderung pilih busa poliuretan berkualitas atau hybrid dengan lapisan foam di atas pegas agar tidak terlalu panas. Cari label seperti 'anti-allergen' atau sertifikasi foam yang rendah emisi agar napas anak tetap aman.
Hal kecil yang sering terlupakan: ventilasi dan mudah dibersihkan. Kasur yang breathable mencegah lembap dan jamur, sedangkan sarung yang bisa dilepas dan dicuci memudahkan jika ada kecelakaan (iya, pasti ada noda susu atau selai). Terakhir, pastikan juga batas beban dan cara mengamankan kasur ke rangka supaya tidak bergeser; kupikir kombinasi keamanan dan kenyamanan itu kuncinya, dan rasanya lega kalau anak tidur nyenyak tanpa aku was-was.