GAIRAH ISTRI LIAR
Manda Azzahrasenyuman terlukis di wajahkudan sebenarnya aku tak diamdari aku yang hampir menyerahtampar aku di pipi
umpatku padanya.
Dia menjatuhkan diri ke belakang, dengan kaki yang masih terjulur ke bawah. Aku langsung bangkit, untuk menyisir setiap sudut ruangan. Di seberang tempat tidur, masih ada meja belajar dan kursi kayu berwarna coklat. Dulu dia sering membantuku membuat PR di sana.
Sebuah lemari kecil dua pintu terdapat di sisi sebelah kiri. Hanya itu saja. Begitu sederhana, namun aku yakin bisa betah berlama-lama di dalamnya, ketimbang kamarku yang seperti istana.