Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Nakal Tuan Axel.

Istri Nakal Tuan Axel.

Seperti mawar berduri pantas layu dan mati. "Matteo, hentikan. Matteo, Matteo!" Chana menarik kemeja bagian belakang Matteo dan berusaha memisahkan mereka berdua. Tapi semua itu tak semudah yang dia pikirkan, karena tenaganya sebagai wanita tak sebanding dengan pria. "Tidak! Chana biarkan aku memberinya pelajaran!" Matteo terus memukul sedangkan Chana tetap berusaha menarik tubuhnya.
1021.5K viewsOngoingAdded to Library 472 Times as menantang maut
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

“Siluet pria berdandan wanita.” Kalimat itu bukan sekadar kata-kata. Kalimat itu seperti belati yang digerakkan dengan presisi maut untuk membelah tepat di jantung harga diri Lisa. Hinaan itu menghantamnya begitu telak. Jauh lebih menyakitkan daripada pengkhianatan mana pun yang pernah ia lalui di masa lalu. Lisa terpaku dan kakinya seolah tertanam di lantai marmer kamar tidurnya yang dingin. Kamar ini, menjadi saksi bisu keangkuhannya yang melambung setinggi langit dalam beberapa jam yang lalu. Ia sempat merasa berada di puncak dunia dan yakin bahwa malam ini adalah malam penaklukannya.
807 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as menantang maut
Read
+Library
Janin Tersangkut di Jalan Lahir Ibunya

Janin Tersangkut di Jalan Lahir Ibunya

Sementara sesosok kuntilanak merah melayang-layang di atasnya. Minah terpaku, kaku dan membeku. Nyawanya terlambat diselamatkan. Entitas gelap menari-nari di kediamannya, merayakan kemenangan mereka. Akhirnya setelah beberapa kegagalan yang diakibatkan oleh Dea, mereka bisa mendapatkan tumbal. "Pergilah, Nyai! Pergi! Bawalah kemenangan itu dan nikmati tumbalmu!" teriak seorang wanita sembari mengangkat tangannya dan melakukan selebrasi yang mengerikan.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as menantang maut
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

Dipisahkan hanya karena sebuah ancaman! Helaan napas, berkali-kali terdengar begitu berat. Hatinya bagai tertusuk jarum, hidupnya seolah hancur. Hanya karena mengenal dua pria, yang ia sendiri tak pernah minta untuk dipertemukan. Santi berdehem, mengelus lembut pundak sang teman, "Yang kuat Al, di Kota ini kamu harus sukses! Itu adalah salah satu kunci, untuk bisa membungkam mulut mereka yang selalu menghina!"
1012.7K viewsOn holdAdded to Library 443 Times as menantang maut
Read
+Library
Sampai Maut Memisahkan Cinta

Sampai Maut Memisahkan Cinta

Malam demi malam terlewati. Sepanjang hari yang Nicho lakukan adalah merayu malaikat maut agar menjemput ajalnya. Tapi sepertinya tak semudah itu Nicho untuk pergi. Dunia masih ingin mencekiknya di kehidupan yang hampa ini. Pria ini beringsut bangun dan pergi ke kamar mandi. Memandang potret dirinya yang terpantul di layar kaca. Tangannya terulur membuka washtafel dan mencuci wajahnya. Ia lalu menyentuh daerah pipi dan dagunya. Ada bulu-bulu kasar yang sudah lama tak ia cukur.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as menantang maut
Read
+Library
Janji Setia

Janji Setia

“Semua akan pergi, Feme. Tolong, jangan berpikir macam-macam dulu. Kau seperti orang berputus asa saja.” “Bukan putus asa, aku hanya sedang menunggu maut datang. Mautku lebih dekat daripada mautmu.” “Mautku juga dekat, Fem. Aku setiap hari menghadapi musuh. Di antara kita berdua tidak ada yang bisa ditebak siapa yang akan mati terlebih dahulu.”
106.2K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as menantang maut
Read
+Library
Kaisar Seruling Emas

Kaisar Seruling Emas

Akibat hempasan gelombang kejut tersebut, Angling muntah darah, dan kehilangan kendali setelah tetesan darahnya membasahi permukaan lantai yang sudah dipenuhi debu. Rupanya darah Angling tersebut membangunkan sosok yang sangat ganas yang menghuni ruangan rahasia penyimpanan pusaka langit panah pasopati. Ruh penjaga suci Maung Lodaya merasuki tubuh Angling, dan tiba-tiba ia langsung menyerang ke arah Bayanaka dengan mencakarnya. Candra yang mengalami luka cukup parah pun tidak membiarkannya, dan melesat secepat mungkin untuk menghalau cakaran kedua tangan Angling yang sudah hampir menebas urat leher Bayanaka.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as menantang maut
Read
+Library
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Dia juga melemparkan tangan Satria yang diletakkan di punggungnya, dengan mata merah dan basah penuh kebencian. Tetapi, anakku, bukankah kamu paling benci jika aku ikut campur dalam hidupmu? Bukankah kamu selalu merasa aku seperti orang gila, dan berharap aku berada sejauh mungkin darimu? Kenapa kamu, yang begitu menginginkan kematianku, malah jadi begini setelah keinginan itu menjadi kenyataan? Mertuaku duduk di samping dengan rasa bersalah. "Aku juga nggak tahu, penyakit ini bisa membuatnya meninggal begitu saja ...."
7.9K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as menantang maut
Read
+Library
Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

Tidak berani mengendur sedikit pun. “Ting…Tang…cakar menjuntai di balik kelam…” “Jangan kalian termenung…” “Sayap hitam membentang, menjemput maut yang menanti…”
101.0K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as menantang maut
Read
+Library
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

"Walaupun kamu pasti mati, pelakunya adalah pemabuk itu. Aku? Aku cuma seorang bibi yang sayang sama keponakannya. Apa hubungannya sama aku?" "Kematianmu cuma kecelakaan. Salahmu sendiri terlalu manja. Kalau ingin menyalahkan seseorang, salahkan dirimu yang nggak tahan sakit sampai minta obat pereda nyeri! Setelah kamu mati, rumah ini sepenuhnya milik Hilda! Nggak ada lagi yang menghalanginya!" Bibiku benar-benar ingin membunuhku demi Hilda! Dia bahkan berani mengatakannya dengan terang-terangan! Aku menatapnya dengan terkejut.
8.1K viewsCompletedAdded to Library 258 Times as menantang maut
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status