Dear Mantan Suami
"Sekalipun kamu berikan tubuhmu pada Santon, bos kami, satu miliar itu tetap utang. Tapi, kalau kamu mati, aku anggap lunas. Biasanya begitu.
Bayar atau mati. Lumayan, organmu bisa dijual seperti para pengutang lain yang tak bisa membayar. Tapi baiklah, siapa tau kamu bisa. Aku beri waktu tiga hari."
Indira mengerjap beberapa kali, lalu kembali pada kenyataan. Dibuangnya ingatan tentang sang debt collector kejam.
Karena lama tak dijawab oleh Tuan Ilham, Indira berkata lagi. "Aku akan bekerja untuk Tuan sampai utang itu lunas. Asal Tuan mau bantu."
Tuan Ilham tidak berkata apa-apa. Dia hanya terus menatap Indira. Lalu tangannya meraih ponsel, menekan satu tombol cepat.
Bab Populer