Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku Bukan Mantanku

Tetanggaku Bukan Mantanku

Kamu yang sabar ya? Me : [Santai Mbak. Paling Ning minta tolong jagain bapaknya Bening. Jangan sampai Bapak kepikiran] Yesa: [Gak akan. Justru bapakmu malah takut kamu yang kepikiran] Me : [Dulu iya Mbak. Tapi sekarang Bening EGP] Yesa : [Iyalah. Penting kamu kerja yang bener di sana]
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

"Gimana cara kerjanya ki?" "Target akan mengalami penyakit yang mematikan. Seperti lumpuh, struk seumur hidup sampai pada kematiannya tiba." "Jangan ki. Saya ingin yang instan. Ingin melihat dia langsung mati. Pakai gagak hitam saja. Saya yakin kali ini akan berhasil," pinta ibu tiri penuh keyakinan.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Ia meraih tali kekang satu-satunya kuda yang tersisa dan melompat naik ke atas pelananya. Gadis itu menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya, menatap punggung lebar pria yang selalu menjadi tamengnya di setiap kematian. "KAELAN VARKA! JIKA KAU MATI!! MAKA AKU AKAN MENGHANTUIMU!"
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
Cinta di Gerbang Kematian

Cinta di Gerbang Kematian

Gadis itu menyeka sebelah pipinya karena airmata yang lolos dari bendungan. “Feli sedih, Ma. Feli takut untuk bertatapan dengan orang lain, Feli takut, bayangan kematian mereka selalu menghantui Feli, Feli merasa bersalah, karena tidak bisa mencegah hal itu terjadi. Apa yang harus Feli lakukan?” Gadis itu terisak di samping nisan Mamanya. “Bayangan kematian apa?” Gadis itu mendongak saat mendengar suara seorang laki-laki yang tak lagi asing baginya.
756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
KEMBALI Untuk Suamiku Yang Jahat

KEMBALI Untuk Suamiku Yang Jahat

"Terima kasih atas semua usaha mu selama ini Momo sayang." Pria dengan wajah yang sudah ternoda oleh darah tersenyum dengan kejam dan dingin kepada wanita yang berlumuran darah di lantai. Sambil mengusap wajah wanita itu dengan lembut, "Sekarang saatnya kamu mati!" Dia kembali menusuk jantung wanita itu untuk kedua kalinya dengan ganas.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
MENANTU IMPIAN IBU

MENANTU IMPIAN IBU

Ternyata kamu meninggal dengan cara dipukul dari belakang. Dilan kemudian reflek menoleh ke belakang saat lampu merah menyala. Dia membekam mulutnya manakala dia melihat mobil hitam yang tadi siang membuntutinya kini tak jauh di belakangnya. Kamu benar Dini, aku harus menoleh ke belakang, bathinnya.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
CINTA DIAMBANG KEMATIAN

CINTA DIAMBANG KEMATIAN

Langkah kaki mereka terdengar terburu-buru dan mematikan, seolah siap menyergap sesuatu untuk segera dimangsa. Kini pria itu sendiri, merenung, memikirkan sesuatu yang tidak bisa kita bayangkan. *** “Om bhūta-pūrvāḥ, tamasi nibaddhāḥ, āgacchantu mama āhvānam..”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
MENANTU TANPA RESTU

MENANTU TANPA RESTU

Aku tidak boleh kalah. Malam itu, setelah semua pekerjaan rumah selesai, Nadin duduk di kamar dengan buku catatannya. Ia menuliskan kalimat baru: "Aku akan buktikan bahwa aku pantas. Aku tidak akan membiarkan kata-kata mereka membunuhku. Aku bukan sekadar bidan honorer. Aku punya arti."
594 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
Kaisar Pedang Legendaris

Kaisar Pedang Legendaris

Pada akhirnya jalan yang dimasuki Ye Fan adalah jalan buntu, gua itu sudah berakhir disebuah ruangan yang cukup luas, dan Ye Fan benar benar tidak berdaya menatap kearah tempat dia masuk. Ye Fan sudah pasrah dengan nasib yang harus dia terima, dan jika Ye Fan masih ingin hidup, dia harus berusaha melawan grombolan srigala yang terus mengejarnya. "Jika aku harus mati, aku akan menyeret beberapa dari kalian mati bersamaku" teriak Ye Fan dengan lantang. Ye Fan menarik pedangnya yang masih tersarung, dimana dia sudah mengambil ancang ancang untuk menyerang, sebab dia tidak mau mati sia sia tanpa melakukan perlawanan.
810.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
Running Time

Running Time

Sementara, Amru sibuk membantu Cakra menahan pintu dan Varen hanya mengamati dalam diam. "Hoy! Apa yang kalian lihat?" tegur Amru gemas dengan respon pasif teman-temannya. "Cepat bantu kami." "Ah, iya ...." Bergegas Fattah dan Shuura membantu menahan pintu. Sedangkan Rayyan menyerang pergelangan tangan Zombie dan mencoba mematahkannya. Hanya Varen yang tidak bekerja. Pria yang memiliki manik hitam legam itu bergumam. "Kenapa mereka bisa melewati lorong gelap tadi?"
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai menantang maut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status