Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Aku mengangguk. “Sekarang latihan masukkan bola. Lihat, begini caranya memegang bola. Pegang dengan dua tangan seperti ini, dorong,” katanya lalu melemparkan bola ke dalam ring, dan masuk. “Ayo coba.” Ia mengembalikan bola basket padaku. Berkali-kali aku mencoba dan gagal, bola selalu memantul di papan. Percobaan ketujuh baru berhasil. Aldo dan anak-anak yang dilatihnya riuh bertepuk tangan. Duh, aku jadi malu.
10261.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Pernah Diharapkan

Istri Yang Tidak Pernah Diharapkan

Kebetulan di saat itu Randu sedang bermain di beranda diawasi pengasuhnya. Rajendra tersenyum lalu seperti biasa ia akan menggendong Randu, memeluk dan menciumnya penuh kasih. "Hai, anak Papa udah mandi?" Randu mengangguk-angguk. "Kangen nggak sama Papa?" "Nen," jawab Randu yang membuat Rajendra tertawa. Kemudian Rajendra menurunkan Randu dari gendongannya. "Papa bawa bola nih. Ayo dong Randu belajar jalan biar bisa main bola sama Papa."
10228.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai menendang bola
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Syofinar S Nusa
Harapan ku hancur setelah membaca tiga 5 bab terakhit. Kenapa cerita dibuat lunetta anak Rayendra. Saya sangat kecewa membacanya. Padahal kemarin2 baru aja bahagia setelah Livia dan Rayendra saling mencintai. Kembalikan dong alurnya
Iin Ayuniah
cerita yang luar biasa, banyak bangett pelajaran di dalamnya tentang bagaimana ikhlas, sabar dan selalu berbessr hati untuk memaafkan dan menerima kekurangan pasangan kita masing2.. thanks kak sudah menyuguhkan cerita semenarik ini, sukses terus kedepannya.. aamiin...
Baca Semua Ulasan
Patah Hati Membuat Tuan Presdir Jadi Hampa

Patah Hati Membuat Tuan Presdir Jadi Hampa

Anak itu sesekali tertawa karena menyukai bola barunya. “Bola ini bagus banget,” ucap Brahma dengan antusias. Kedua tangan mungil melemparkan bola mengarah pada ring. Sayangnya meleset, lalu bola itu memantul ke pinggir lapangan dan bergulir di atas rumput kering. Lagi, Brahma berlari mengikuti pergerakan benda bulat. Tiba-tiba sepasang kaki mungil terbungkus sepatu boot musim dingin berhenti, dan manik abu-abunya tertegun menatap seorang pria dewasa mengambil bola basket dari atas rumput.
1058.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Ceraikan

Istri Yang Kau Ceraikan

Lelaki itu menggerak-gerakkan tangan memberi syarat agar aku menendang bola tersebut. Hati ini tersenyum sinis, dulu dimasanya aku pernah mengalahkan teman laki-laki dalam bermain beberapa permainan yang biasa dimainkan para lelaki, termasuk bola kaki. Dengan sigap kakiku membidik wajahnya, lalu bola di depan menjadi sasaran. Ini adalah pelajaran buat lelaki tidak bisa menjaga hati. Sesuka hati main ke rumahku, seolah sudah kembali menjadi bagian dari kami. Terima ini Mas! Sekuat tenaga kukerahkan untuk menendang bola itu.
9.7172.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan

Hanya ada suara gemericik air sungai dan hembusan angin yang mengisi keheningan disana. Alih-alih mengajak Nawang bicara, Raden Rangga malah memainkan sebuah benda seperti bola seukuran bola tenis di tangan kanannya. Tapi dari warnanya mirip seperti batu. Ia melemparnya ke atas lalu menangkapnya lagi dengan satu tangan. Begitu terus dan berulang-ulang. Awalnya Nawang cuek saja sambil menunggu laki-laki itu bicara lebih dulu. Tetapi lama-kelamaan ia geram.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Jadilah Pria Kencang Kendor

Jadilah Pria Kencang Kendor

Pemukul dan sarung tangan bola juga berbeda. Melempar bola softball sungguhan dengan lemparan bawah tangan dan bermain tujuh inning tetap menjadi satu-satunya hal yang kami lakukan dengan benar. Ganendra dan aku harus menyesuaikan diri dengan ukuran bola dan gaya lemparan.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Ranjang yang Bukan Milikku

Ranjang yang Bukan Milikku

“Om Randy, lihat! Aku bisa oper bola pakai kaki sekarang!” “Wah, hebat sekali!” Randy menanggapi dengan antusias. “Ayo, coba oper ke Om. Kita lihat siapa yang bisa mencetak gol.” Raka dengan sigap meletakkan bola di tanah dan menendangnya dengan kaki kecilnya. Bola itu meluncur ke arah Randy, meskipun sedikit melenceng. Randy pura-pura kesulitan menangkap bola, membuat Raka tertawa terbahak-bahak.
98.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Tuan Martin, Berhenti Menggodaku

Tuan Martin, Berhenti Menggodaku

Tetapi bagaimana caranya SErena bisa memukul bola jika posisinya dan Martin tetap seperti ini. Dan Serena menahan napasnya ketika kedua tangan Martin menyentuh pinggangnya. “Dorong ke belakang sedikit pinggulmu.” Kemudian menyentuh tangan Serena. “Lurus, Serena Jane.” Serena meneguk ludahnya kasar lalu memukul bola setelah mendengar aba-aba dari Martin. Namun bukannya memukul bola tetapi Serena membuat tongkat melayang bersamaan dengan bola.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Neo tersenyum masam, tetapi tidak berani rileks sedikit pun. Dia harus bekerja keras dalam satu gerakan dan memindahkan sekumpulan bola magnet ke posisi berikutnya. Jika tidak, jika dia kehabisan napas di tengah jalan, mereka pasti akan tersedot kembali ke posisi semula, dan semua usahanya sebelumnya akan sia-sia. Dia hanya bisa terus mengertakkan gigi dan menggerakkan dan menarik dengan wajah memerah. Clang! Clang! Clang! Kubus mekanis bola magnet bergerak sedikit demi sedikit.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Wedding Drama

Wedding Drama

Ajeng yang sedang memijat kaki Mahendra sambil mengoleskan minyak urut meminta si bungsu untuk melihat ke depan. “Lingga, coba lihat siapa yang datang,” pinta Ajeng pada si bungsu yang tengah menonton siaran pertandingan sepak bola. “Duh, tanggung, Ma. Gimana kalau pas aku ke depan, bolanya malah gol? Kan gak asik, kehilangan momen paling seru,” sahut Lingga malas, tidak mau menuruti perintah sang Mama. Matanya tak beralih dari benda kotak yang menyajikan acara favoritnya.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 493 kali sebagai menendang bola
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status