Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

“M-maaf Pak. Se-sebenarnya ... ponselku tertinggal di rumah. Jadi aku tidak tau kalau Pak Murphi mengirim pesan padaku ....” Sudah pasti Colin pun semakin kesal pada Manda. Ia pun semakin melotot dan mulai menunjuk ke arah Manda dengan kesal. Lalu ia pun mulai berkata, “Benar-benar keterlaluan kau ini! Ini adalah hal penting dan kau bahkan tidak tau apapun! Dengar Nona Anderson, kita akan pergi ke bendungan Niagara sekarang!”
855 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Kami menuju sebuah warung makan Sunda di daerah yang ternyata agak jauh dari kantor, sekitar sepuluh menit berkendara. Tempatnya sederhana, tapi bersih dan tenang. Tidak terlalu ramai. Ada beberapa saung dari bambu dengan pemandangan sawah. "Tempat ini enak. Makanannya juga murah," ucap Kiara sambil memilih saung di pojok, yang paling sepi. Kami duduk berhadapan. Kiara memesan menu, lalu kami menunggu sambil mengobrol ringan. "Kamu sering ke sini?" tanyaku.
9.8111.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
ISTRI MUDA

ISTRI MUDA

Masa enggak! "Woi! Mel!" Aku menoleh begitu suara teman bobrokku itu datang berkunjung. Seperti kebiasaannya, Donita boru Sidamanik ini akan datang tepat sebelum makan siang. Untung cuma numpang makan, bukan tidur apalagi mandi. "Apa?" jawabku sambil mengedit video joget Money-nya Lalisa Manoban yang tengah viral beberapa bulan ini.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

ujar Dante tersenyum tipis kemudian berlalu pergi. Arinda menghembuskan nafas pelan, sedikit merasa lega. Dia mengusap pipinya saat cairan beningnya menetes dengan sendiri. Perlahan, dia mulai mengambil mangkuk bubur di atas nakas dan mulai memakannya. Dia harus cepat pulih agar dia bisa dengan cepat menemui ibunya. Dia juga masih harus mencari pinjaman uang.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

‘Bu, saya sudah sampai di apartement’ Reina mengirimkan pesan kepada Winda yang segera mendapatkan balasan agar Reina menunggu di lobby. Tak lama menunggu, Winda keluar dari lift menyambut kedatangannya membawa seorang bayi berusia 7 bulan, cantik dan manis serta tersenyum padanya. “Halo! Mbak Reina ya,” sapanya. “Iya, Bu. Saya Reina.” “Mari Mbak, langsung naik saja ke atas. Maaf banget ya, aku tadi habis memandikan Tacha dulu.”
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

hardik Ambu membuat Rahman tersentak. Kata-kata ibunya amat tepat sasaran. Rahman memilih diam dan hanya mendengarkan. "Kamu nemu dia dari mana, sih?" tanya Ambu, sarkas. Sari meremas-remas beras yang akan dia cuci. Benar-benar bikin kesal sampai ubun-ubun. Kalau Rahman menurut pada Sari, sudah dibuat susah ibu mertuanya. "Dia tetangga sebelah kami, Bu," ujar Ayu, dari arah pintu utama dengan menenteng plastik hitam berisi buah manggis dan beberapa makanan.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Bahkan ketika Mona ingin mentraktirnya makan, Lilly menolak dengan tegas. ”Eh, ramai sekali, ” ujar Mona sambil memperhatikan keramaian dengan mata berbinar. ”Aku dengar ada DJ tampan dari Medan yang datang Iho! " bisiknya semakin membuat Lilly penasaran. Mereka duduk sejenak, memesan minuman sebelum bergabung dengan keramaian di lantai dansa. ”koktail dua, ” ucap Mona pada bartender tampan di balik meja.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

Kala itu sore hari, semua anggota keluarga berada di pantai untuk melihat sunset alias mata hari terbenam di pantai Haeundae yang ada di Seoul, Korea Selatan. "Ekhem... ekhem. Kalau mau bermesraan juga lihat-lihat situasi dong. Ada orang di sini." Tegur Elang yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak. Menyadarinya, Naomi dan Adrian pun ikut tertawa. Mereka sungguh terbawa suasana. ***
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Mas Sena

Mas Sena

ucap Zelin “Udah gue gakmau denger, awas minggir,”ucap Zelina mendoron Vidya menahan si Zelina yang ingin masuk rumah. dan tidak sengaja, Vidya mendorong si Zelina hingga hampir terjatuh. Untung ada si Sena yang dengan gercep menangkap si Zelina. Vidya tak melewatkan kesempatan itu. dirinya lalu menutup pintu dan menguncinya. Zelina yang masih ditangkap oleh Sena. Dirinya pun lalu melepaskan diri.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

~Bundaku Kamu marah, ya, sama Bunda? ~Bundaku Maafin Bunda, ya, Nak. Semoga kamu mau maafin Bunda dan makan malam bersama dengan Bunda dan juga Meta, ya. ~Bundaku Ya, Meta adalah nama lengkap dari Shofia. Shofia Abdul Meta. Jelas saja selama ini Thalisa tidak menyadari bahwa Bunda Ara adalah ibu dari Shofia, karena sang ibu memanggilnya dengan sebutan Meta bukan Shofia.
9.88.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status