Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kampung Lamuna

Kampung Lamuna

Setelah kami menelusuri jalan, kami sampai di sebuah perkampungan yang terasa sangat berbeda. Di sini terasa seperti menakutkan dan juga sangat sepi. Seperti tidak ada tanda kehidupan dan membuat kami terus merasaa aneh. Kami berjalan masuk dan di depan jalan terdapat tulisan di papan kayu yang sudah lama dan tidak kokoh. "Selamat datang di Kampung Lamuna." Kata Vita sambil membaca tulisan papan kayu itu.
611.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

Taraaa " Tuh, bener kann ada mangkok, ada piring juga noh, sekalian aja ambil garpu sama sendok nya. " " Kamu yakin gapapa rin??" " Gapapa udah, nanti kan dikembaliin juga " " Iya sih "
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

“Aku janji.” -II-
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

Gue selalu dukung lo. Entah sejak kapan Verdi mengganti nama Dinda di ponselnya dengan memakai lambang Panda di belakangnya. Spesial? Yang pasti itu karena pipi Dinda yang gemuk seperti anak panda. Verdi terkekeh saat membacanya, masih sempat gadis itu mengingat jadwal olympiade dilaksanakan. Verdi tak lupa membalas dengan sangat cepat karena pesan darinya yang ia tunggu.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

kata Mahendra #PerumahanBejo23TheSeries #NezhaHauw
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta Sang Pewaris

Jebakan Cinta Sang Pewaris

“Kamu nyari buah mundu, Nak?” Aldrich menghampiri cepat. “Iya, Nek. Nenek tahu di mana bisa dapat?” Nenek itu tersenyum samar, mata tuanya berbinar. “Mundu itu buah kampung halaman saya. Pohonnya ada di kebun sepupu saya, di Desa Cibadak, atas sana. Tapi ya... agak jauh.” “Jauh nggak apa-apa, Nek. Bisa kasih alamat atau petunjuk arahnya?”
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

“Aku kebetulan akan ke sana. kita bisa pergi bersama.” Pria itu tersenyum puas. “Ngomong-ngomong aku Andrew. Andrew wijaya. Kamu?” “Amara.” Andrew tersenyum lagi. Menurutnya perempuan yang baru dikenalnya itu sangat menarik. Kebanyakan perempuan yang dia temui akan langsung antusias melihatnya. Apalagi saat mengetahui latar belakang namanya. Tapi Amara benar-benar menunjukan sikap yang terlalu tidak biasa. Antara tidak mengetahui atau memang tidak perduli. Andrew benar-benar dibuat tertarik.
274 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

“Mungkin karena perasaan lo campur aduk, jadinya nggak kerasa.” Shera menyeruput susunya, menikmati rasa asin campur plain tersebut mengecap indra perasanya. “Lo udah tau mau lanjut kemana?” “Kalau kampus belum, kota udah.” “Yogya, ya?” Jevan melebarkan matanya, melihat Shera takjub. “Lo tau dari Hayden?” “Nggak, gue nebak aja, sih. Soalnya Yogya yang paling sering jadi wishlist anak laki-laki.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Berada persis di tepi sungai Amandit. Sungai yang dipercaya masyarakat sekitar dihuni seekor naga. Konon, dahulu kala di sungai itu ada suami istri yang menjelma menjadi siluman naga karena telah memakan telur yang mereka temukan di sungai itu. Tanpa mereka tahu bahwa itu adalah telur naga. Setelah itu, terjadi perkelahian antara naga asli dan naga jelmaan suami istri pencari ikan. Sungai Amandit berubah berwarna merah, yang jadi pertanda bahwa suami istri itu kalah melawan naga. Akhirnya siluman naga itu harus meninggalkan sungai Amandit. Begitulah cerita yang beredar di masyarakat sana.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
BERONDONG

BERONDONG

Lang gw pergi dulu Gw udh bikinin bekel diatas kulalkas *kulkas Buahmya udh dipotongn didlmkulkas Dimakan abjsin, gak mw tw gw 05.58 Read Maya memanyunkan bibirnya. Sudah panjang lebar Maya mengetikkan pesan untuk Elang. Namun, Elang yang tidak berperasaan mengabaikan pesan Maya. "Padahal online" gerutu Maya sebal.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai menunda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status