IBUKU PELAKOR
Hanya Ibu, yang sejak awal perselingkuhannya dengan Mas Bima ketauan, sudah aku ragukan, apakah dia ibu kandungku atau bukan?
Aku bangkit, kuusap kasar air mata yang terus saja mengalir. Aku menuju ke ranjangku, aku ingin tidur nyenyak siang ini. Berharap, ini semua hanya mimpi.
Tubuhku lemas sekali, untungnya Arsen tidur sangat lelap. Kutopangkan tangan di atas kepalaku yang pusing. Mataku yang berat karena terus saja menangis, dengan mudah kupejamkan. Tubuhku terasa melayang-layang, tanda beralihnya ruhku dari alam sadar ke alam mimpi.