Dream first class
“Masih kuat? tanya suara pada hatiku tiba-tiba. Aku memejamkan mata untuk menahannya. “Ayo, bunuh diri saja!”
Rasanya seperti orang lain. Bisikannya selalu tentang hal-hal yang negatif, semacam setan. Belakangan ini aku menyadarinya, tapi aku tak berusaha melawan. Sebab dibutuhkan banyak energi untuk melakukan itu.
Kini kalau ingin kabur dengan cara dibawa tidur, isi mimpiku hanyalah bencana alam. Aku kehilangan apapun yang kupunya. Keluarga, sahabat, orang-orang yang kukenal. Lalu dengan kekecewaan bibirku berkata: Memang seharusnya aku bunuh diri saja lebih dulu jika tahu ini akan terjadi. Tapi itu hanya mimpi. Sekali lagi, harus kutekankan dalam benak: itu tadi hanya mimpi.
Hot Chapters