Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)
Ia memiringkan kepala, lebih menyimak.
“Mimpi gimana?”
Meletakkan sendok di atas piring, meneguk air putih, lalu mendesah panjang.
“Mimpi Bunda dan seorang lelaki sedang menikah. Anehnya, wajah laki-laki yang dalam mimpi berbeda dengan laki-laki yang Bunda temui.”
“Mungkin Cuma bunga tidur, Sayang.” Ayu menggenggam tanganku seraya mengukir senyum manis.