SETELAH KAU PERGI
Tak henti hatinya berbisik lirih.
Tuhan, aku iklas dengan takdirmu. Bahagiakan perempuan yang pernah menjadi bagian dari hidupku, ibu anakku, bahagiakan juga putri kecilku, walau aku tak bisa lagi bersamanya. Duh.
Langit Bandung bersiram surya, sinarnya keperakan menyapu jalanan yang mulai panas. Samar Aksara melihat bayangan pohon perimbun jalan yang bergerak perlahan, dalam diam dan sunyi, hati Aksara menangis diam-diam.