Dipaksa Menjadi Istri Musuhku
Jingjinglirik mine petra sihombingular pura-pura matipura-pura matiraja mematikanmu sudah tiba
"Bawa dia pada Christa. Pastikan pengantinku siap untuk besok.”
Pintu beton itu tertutup kembali dengan dentuman keras, mengunci teriakan Petra didalam kegelapan yang kini terasa jauh lebih menyesakkan daripada sebelumnya.
Dalam kegelapan yang menelannya, air mata Petra mengering. Api baru menyala di relung hatinya, lebih panas dari bara. "Kau akan menyesali hari ini, Amborgio," bisiknya pada keheningan. "Aku akan bangkit dari abu, dan membalas setiap tetes darah yang kau tumpahkan!”