PIL KB MILIK IBU MERTUA
"Mas Anggara, sering kali pemabuk itu lupa atau tidak sadar kalau dirinya mabuk, karena apa? Ya, karena mabuknya sudah kelewat ambang kesadaran. Dan kamu, mengalami itu Mas.
Malam itu, bukankah kamu terus-menerus minta ditambah minumnya? Lupa juga yang itu?"
Anggara tercenung. Ingatan samar muncul, yang diam-diam diakuinya dalam hati. Malam itu, setelah minuman pertama yang terasa manis, asam, pahit, tapi panas, entah bagaimana membuat Anggara ingin lagi dan lagi meminumnya.
"Tapi itu bukan minuman beralkohol. Kamu yang bilang begitu," ucap dingin Anggara. "Harusnya, seberapa pun aku minum, itu tidak akan membuatku mabuk hingga lupa semuanya."