Pura-Pura Buta
Mami menatapku sejenak.
"Bukan dosa orang yang harus Mami tulis, tapi ternyata dosa Mami sendiri. Mami malah menemukan Kesalahan-kesalahan yang pernah Mami lakukan terhadap orang lain. Setelah ditulis malah memenuhi satu lembar notebook. Mami malu, makanya Mami coret. Mami merasa kalau Mami tetap menuliskannya, mungkin notebook itu tidak akan muat menampungnya karena terlalu banyak. Bahkan mungkin Mami ada menyakiti orang lain, tanpa Mami sadari."
"Mi, semua orang punya masa lalu, yang penting sekarang Mami sudah sadar dan mau berubah, iya kan?" Mami mengangguk.