Red in Us
“Astaga, Katha! Maaf, aku lupa kalau hari itu aku memang nemenin Papa main golf.”
Sayangnya, Katha tak bisa marah. Dia hanya tertawa miris, karena rencana yang sudah dia rancang dan dia pikir sempurna, jadi hancur begitu saja. Tidak, dia tidak menyalahkan Sakha. Itu semua hanya kecelakaan saja, seperti sebuah miss dalam pembuatan proposal proyek.
“It’s okay.” Katha kembali meraih gelas tehnya.
“Maaf, ya,” pinta Sakha. “Aku ceroboh banget.”
Hot Chapters