Menuju Matahari
“Sudah saatnya kau melupakan dan meninggalkan selamanya empuknya kasur Keraton dan hangatnya tubuh-tubuh tanpa busana semua perempuanmu di Kaputren. Sekarang takdirmu adalah di sini, bersamaku, Balung, dan para harimau lain. Dan seperti tadi kubilang, mulai sekarang namamu adalah Mong. Mong berarti harimau. Nanti kau akan menjadi harimau, sepertiku, seperti kami.”
Balung mendongak dan mengendus muka Pangeran Candrakumala. Pemuda itu mendelik, lalu meringis. Seisi perutnya seperti dipuntir dan dikocok sejadinya.
“Tapi untuk beberapa hari ke depan, kau masih boleh menjadi Pangeran Candrakumala. Ada tugas khusus yang kuberikan padamu ke Karang Bend…”