Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Why

Why

*** Dua hari kemudian Saat Jaden dan Aina akan pergi berbulan madu, tiba-tiba Aina mendengar kabar kematian Rafael lewat saluran berita di TV. "Sebuah kecelakaan tragis hingga merenggut nyawa salah satu korban di jalan mawar. Ya, korban itu adalah seorang CEO muda bernama Rafael Raditya," ucap pembawa berita, dalam siaran berita di salah satu channel TV. Degh! Aina yang tengah memasukkan pakaian kedalam koper, seketika menghentikan gerakkannya. Lalu pandangannya fokus ke arah layar TV, detik berikutnya ia melihat kecelakaan menimpa Rafael.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 524 kali sebagai mort
Baca
+Pustaka
Mistake

Mistake

dan maaf jika masih ada typo so , terima kasih semuanya. salam hangat agathaquiin💛
8.712.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai mort
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

, sindir Efni yang sudah lelah dengan tingkah gilaku yang halu dan semakin mengkhawatirkan. Aku memegang kepalaku. Rasanya pusing sekali hari ini! Dadaku begitu sakit tiba-tiba. Apa aku tiba-tiba kena serangan jantung? Mas Wira memandangku dengan tatapan bertanya-tanya. Aku hanya menatapnya dengan tatapan ‘aku mau menghilang aja dari bumi ini, Tuhan!’ ***
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai mort
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

Aku tidak menginginkan itu, terlebih April yang mengetahui semua seluk beluknya. Detik selanjutnya baru berjarak empat langkah, satu anak yang berdiri di tralis pembatas menolehkan kepala cepat, menatap aku, April, dan Laura. Sepertinya ia menggunakan indra ke enam, bagaimana mungkin bisa sepeka itu. Diikuti beberapa kepala di sisinya yang ikut menoleh. Ayolah, aku benar-benar tegang. Ini sudah seperti adegan cerita zombie saja, ibaratkan aku, April, dan Laura adalah manusia normal yang datang mendekati kawanan zombie. Mencium aura kami, mereka langsung saja memutar kepala, menatap seakan kami santapan paling sedap, siap menerkam. “Woi itu April.” Satu anak pertama yang melihat kami tadi sek
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai mort
Baca
+Pustaka
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

** Aldric melompat, **menghunus belatinya dan menusukkan tepat ke mata merahnya! **"ARGHHHHH!!"** Zombie itu meronta liar, **cahaya merah di matanya berkedip-kedip…** Lalu… **"CRACK!"** Kepalanya **meledak dalam sekejap.** Tubuhnya **jatuh keras ke lantai, tak bergerak lagi.** Hening. Semua orang **terengah-engah**, menatap mayat yang kini tergeletak di antara mereka.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai mort
Baca
+Pustaka
PLAYER

PLAYER

Badannya terasa remuk, ia tidak bisa memiringkan badan karena kepalanya tiba-tiba saja berdentam tidak karuan saat ia mencoba bergerak. “Than … gue masih idup?” Suara Arla hampir tidak terdengar kalau Nathan tidak mendekatkan telinganya ke dekat mulut Arla. “Emangnya gue mau lo ajak mati bareng-bareng?” Sungguh, Nathan sebenarnya merasa miris dengan keadaan Arla, namun sebisa mungkin membuat candaan receh agar Arla tidak merasa kesakitan.
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mort
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Kuremas kuat sapu tangan usang berwarna putih, mencoba mencurahkan rasa benci pada sebuah benda mati. Sapu tangan dengan motif burung bangau yang terdapat dua buah huruf ‘R’ di salah satu sudut sapu tangan itu. Ada noda bekas darah mengering juga di sana.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai mort
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status