Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
YOU

YOU

Sean mengumpat ketika melihat Dastan sibuk sendiri dengan mayat lelaki itu sementara dirinya tengah berjuang seorang diri. BUGH.....!!!! SRAKK....!!! Bunyi tulang yang patah mengalihkan perhatian Dastan. DOOR...!!!! Tubuh lelaki yang berada di atas Sean ambruk tanpa nyawa. Dengan kasar, Sean mendorong tubuh lelaki itu. Dia menatap jijik kemejanya yang sudah berubah warna. Mata tajam Sean memindai satu per satu tubuh yang sudah tergeletak tanpa nyawa. Dia lalu mengarahkan senjatanya kepada tiga orang lelaki yang berdiri dengan ekspresi pucat.
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 253 Times as mort
Read
+Library
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Umpat ayahnya sembari memperlihatkan senyum yang menyeramkan. Tubuh Reviline bergetar dengan sendirinya menyadari bahwa ia tidak bisa menahan tangisnya terlalu lama. Kilas baliknya begitu cepat hingga jerit keputusan begitu terdengar dari telinganya. Berulang kali hingga frekuensinya mengecil dan kemudian menghilang. Potongan puzzle dimana setiap sudutnya begitu asbtrak, memori masa lalu yang kelam begitu kental didalamnya. Hingga dia melihat siluet orangtunya mulai mengabur dari pandangannya.
9.92.9K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as mort
Read
+Library
MINE

MINE

geram Davin marah. "Jaga-jaga kalau kalian udah nemuin aku." Allen berkata santai sambil memutar-mutar tombol di tangannya itu, "Aku tinggal tekan tombol ini dan boom! Pacarmu akan mati." "Gila! Kamu juga akan mati!" teriak Adam kesal.
1034.7K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as mort
Read
+Library
MOIROE

MOIROE

Sosok terakhir, Morta, dewi yang menentukan kematian mengusap puncak kepala Isaura setelah melepaskan pelukan di antara mereka, "bagus kau ingat untuk kembali pada kami." Nouna, yang akhirnya melepaskan pelukannya juga memiliki bibir yang mengerucut, tampaknya ada banyak keluhan melihat dari sorot matanya, membuat Isaura tertawa kecil dengan perasaan bersalah. "Beraninya kau pergi begitu lama," Nouna menyatakan keluhannya. "Kau tidak akan bisa membayangkan bagaimana perasaanku saat Sumur Urd menunjukan pendar cahaya hijau lembut yang meredup itu! Aku hampir menghancurkan siklus kelahiran hanya untuk mengembalikanmu!'
1025.9K viewsCompletedAdded to Library 674 Times as mort
Read
+Library
Love

Love

Love you all.... 😍😍😍😍😍 enjoy ya.. 😘😘😘 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 439 Times as mort
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

jelas Dev selirih mungkin. "Pronto para morrer?" Dev merasakan denyut jantungnya melemah. Aroma kematian merebak di setiap huruf yang keluar dari mulut sobek di depannya. Kian mendekat, sosok penuh amarah itu makin menampakkan wajah aslinya. Kedua bola mata sosok itu mengembang merah, lalu menggelinding tepat di kaki Dev. "Shit!" Dev yang terlonjak cepat-cepat menginjak bola mata yang bergerak-gerak tersebut sedangkan Nick menampilkan ekspresi kebingungan.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as mort
Read
+Library
Shadow

Shadow

_____ Keesokan harinya, mading kelas yang biasanya sepi kini sangat ramai dan bahkan papan besar itu tertutup tubuh-tubuh manusia yang berkumpul. "Ada apa sih? Rame banget," ucap salah satu siswi penasaran yang tak sengaja Mauryn dengar karna gadis itu juga penasaran. "Gak jelas sih, tapi kata yang udah liat itu ada berita si Justin anak kelas dua tiga meninggal. Mayatnya ditemuin di sungai," jawab siswi lainnya membuat Mauryn yang ikut mendengar terkejut. "Dia si bad boy itu kan? Baguslah. Jadi sekolah ini aman karna pembullynya udah mati," sahut siswi lainnya merasa puas atas kematian salah satu siswa SMA Bina Bangsa.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as mort
Read
+Library
WHERE

WHERE

Suara bass menghentikan gelengan kepala Sharon. “lo ngehalangin jalan.” Sambung pemilik suara bass itu lagi. Sharon tak langsung bergeser ataupun menoleh. Ia kembali menyesali tingkah konyolnya karena kepergok oleh seseorang. Orang yang memiliki suara bass itu, ia tahu. Sangat tahu. Auranya sangat dingin. Tanpa menoleh pun ia sudah tahu. Sharon merutuki dirinya sendiri. Pasti ia seperti orang aneh bagi si pemilik suara bass itu.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as mort
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

“Minra meninggal.” Lemas—tenaga Eguchi seperti terkuras habis mendapati kabar duka ini. Masih tidak percaya, Eguchi menuju rumah Pak Orochi. Terlihat, tubuh kaku berbaring dilantai dan Eguchi mengenali. Matanya tak sengaja juga melihat Pak Orochi yang duduk bergeming—tatapannya kosong, tidak ada air mata mengalir sekalipun. Sedangkan Eiko dan Pak Zukida mencoba menyadarkan beliau. “Eguchi.” Seseorang menepuk pundaknya dari belakang sambil berbicara pelan, sepertinya tidak mau mengganggu keluarga yang di landa belasungkawa.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as mort
Read
+Library
A.M.O.R.E.G.A

A.M.O.R.E.G.A

tambahnya lagi Amor melihat bagaimana pucat nya muka Rega, seperti orang yang menahan sesuatu, tapi Amor tak tau apa itu “Tidak!” balas Rega cepat “Kakak sakit? Mukamu pucat” ucap Amor. Meskipun Amor merupakan orang yang dingin, tapi Amor memiliki hati yang sangat baik dan juga selalu memiliki rasa khawatir kepada orang lain. “Ah t-tidak” ucap Rega memalingkan wajahnya kearah lain “Jantungku yang berdebar terlalu cepat karenamu, bukan sakit Mor” batin Rega
104.0K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as mort
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status