Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Diabaikan Kekasih, Dimanja CEO

Diabaikan Kekasih, Dimanja CEO

“Tidak. Aku bisa melihat mata Javi sangat tulus padamu. Mana mungkin gimmick.” “Sudahlah. Jangan bicarakan aku. Bagaimana keadaanmu? Sekarang kau lagi ngapain?” Dilan meluruskan pandangannya. “Sekarang aku akting di sinetron televisi. Doakan ya supaya punya rating tinggi, setidaknya umurnya panjang.” “Aamiin. Lalu bagaimana dengan Neal?” Sesaat keheningan membekap mereka. Pak Isa mengintip mereka di balik kaca spion.
3.9K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as dilan milea
Read
+Library
Istri Kecil CEO Tampan

Istri Kecil CEO Tampan

“Dilan kembali ke negaranya kan? Kapan dia datang lagi ke Indonesia?” Mentari menghela nafas panjang, “Mel, aku ingin jujur sama kamu, aku berharap kamu tidak marah ataupun kecewa.” Wajah Melie berubah jadi tegang, “apa sih? Gua merasa takut nih.” “Dilan sebenarnya perempuan.” Melie diam dengan wajah bingung. “Apa maksudnya?” “Dilan itu sebenarnya perempuan.”
3.6K viewsCompletedAdded to Library 101 Times as dilan milea
Read
+Library
Menjadi Istri Pengganti Suami Kembaranku

Menjadi Istri Pengganti Suami Kembaranku

jawab Alice dengan lembut. "Maafkan aku, membuatmu terseret dalam bahaya. Aku merindukanmu, jadi aku sengaja berkeliaran untuk melihat-lihat di kota, siapa tahu aku bisa melihatmu secara tidak sengaja. Tidak sangka malah diculik," Milea tertunduk penuh dengan penyesalan. "Tidak masalah. Kenapa kamu membantuku membuat alasan pada Gavin?" "Aku yakin kamu menyamar menjadi pria karena ada alasannya. Kamu tenanglah, aku tidak akan mengatakan hal ini kepada siapa pun. Rahasiamu akan aku jaga seumur hidupku" ujar Milea.
1032.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as dilan milea
Show Reviews (12)
Read
+Library
Stefani
Dear pembaca setia novel 'Menjadi Istri Pengganti Suami Kembaranku'... Terima kasih atas kebersamaannya dalam membaca cerita ini. Semoga dari awal hingga tamatnya cerita ini, berkenan di hati pembaca semua. Sampai jumpa di karyaku selanjutnya ya....
irene
Baru selesai baca seluruh bab baru sadar ini on going 🥲 ide dan alur ceritanya bagus cuman penyusunan kalimatny kadang agak belibet atau kadang kurang ngena sama sikon yg terjadi.. di bbrp bagian yg harusnya dibuat seru jadi kurang greget..
Read All Reviews
Dendam Sang Billionaire

Dendam Sang Billionaire

Matthew menjabat uluran tangan Denzel dengan bibir yang tertarik ke atas. Mereka pun saling menyapa sebelum memutuskan untuk duduk. “Ah ya, perkenalkan ini putriku, Sacie Johanson.” Matthew menatap wanita yang mengenakan dress berwarna cream. Penampilan yang cukup sederhana namun memiliki pembawaan kuat. Sejenak wanita itu menangguk sopan sebagai sapaan. “Bagaimana? Dia cantik bukan?” tanya Denzel terang-terangan.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as dilan milea
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

Melihat wajah familiar yang pernah beberapa kali berkunjung di Metro Jakarta dengan sang suami. Gemi sedikit memiringkan kepala. Melihat gadis cantik, yang mendadak berdiri dan mengulurkan tangan padanya. “Kenal sama saya?” tanya Gemi segera menyambut uluran tangan Cita. “Saya Cita, dulu sempat jadi reporter Metro Jakarta.”
9.838.4K viewsCompletedAdded to Library 882 Times as dilan milea
Read
+Library
RIAN RAINA
Read
+Library
Lady D Milik Sang Penguasa

Lady D Milik Sang Penguasa

Satu miliar? Yama, yang masih berdiri di dekatnya, tertawa kecil sambil melipat tangannya di depan dada. Tatapan penuh godaan masih tertuju pada Dea, menikmati setiap ekspresi yang muncul di wajah gadis itu. "Ahh, aku pikir, aku tidak sanggup membayar satu miliar," katanya dengan nada santai. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya, membuat jarak mereka semakin kecil.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as dilan milea
Read
+Library
PREV
123456
...
8

Frequently Asked Questions

Honestly, the publishing order is the only one that makes sense to me. The 'Dilan Milea' series isn't some sprawling epic with a dozen side-stories; it's a fairly linear romance. The author released 'Dilan 1990' first, then 'Dilan 1991', and finally 'Milea: Suara dari Dilan'. That's the order they intended you to experience the story. Reading 'Milea' first would completely spoil the emotional payoff of the first two books, because it's essentially an epilogue that jumps ahead. You'd know how their relationship ends before you even see it begin. The gradual shift in Dilan's character from the cocky, poetic kid in '1990' to the more mature, reflective young man in the later books just doesn't land if you skip around.

I tried jumping into '1991' once because a friend had it, and I was immediately lost on some of the inside jokes and the specific tension between Dilan and Milea. The series builds its world brick by brick. The charm is in the small, accumulated details—the way Dilan's motorcycle becomes a character, the evolving friend group dynamics. If you read out of order, you're robbing yourself of that slow-burn satisfaction. Stick to publication order; it's straightforward and exists for a reason.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status