Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Pengantin Pengganti

Bukan Pengantin Pengganti

Belum sehari semalam ia meninggalkan apartemen, tetapi lelaki yang sangat ingin dihindarinya itu sudah muncul di hadapannya. Keano menerobos masuk ke dalam dan seketika matanya memindai isi ruangan. Tak ada apapun. Ruangan ini benar-benar kosong, tidak ada sofa, lemari pajangan, hanya ada karpet yang terhampar menutupi setengah dari ruangan tamu yang sempit ini.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Kepada Duda Tampan

Jatuh Cinta Kepada Duda Tampan

Memang luas, banyak lahan kosong di rumah milik Manuel. “Tunggu.” Andhira menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya dan menatap Reno. Mereka kini di ruangan kosong, tanpa furniture apapun, tanpa CCTV, dan membuat Reno memilih tempat ini untuk berbicara dengan Andhira.
9.919.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Aku hanya mengisahkan sebagian akhirnya saja. Cukup lah sebagai sekuel Room Nakama dari sejak ia baru rilis, sampai yang kedua ini jadi kisah random dan memiliki jangkauan Room selayaknya tujuh lapis langit yang dilalui oleh seorang pengelana Tuhan dan kuda bercahayanya. Juga tentang seekora kecoa dan seorang anak gadis manusi yang jadi belahan ingatan Bee saat sebelum meninggal di rumah sakit.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ruang Tanpa Pena > “Ia tidak menulis, tidak bicara, tidak hadir. Tapi ia tahu segalanya. Dan kadang, tahu adalah bentuk kontrol yang paling sunyi.” Catatan Tertinggal di Perpustakaan Tertutup, ditulis dengan air mata. --- Bagian 1: Keheningan yang Menekan Setelah konfrontasi di bawah langit koyak itu, Lena dan Kai dibawa kembali ke ruang kosong sebuah tempat yang tidak memiliki batas, warna, atau suara. Ruang itu dinamai oleh Penulis Tanpa Tinta sebagai:
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Karena Utang, Dinikahi Sultan

Karena Utang, Dinikahi Sultan

Ruang itu kosong. Tempat tidur rapi. Tak ada selimut yang berserakan, tak ada box bayi, tak ada jejak kehidupan yang semalam begitu hangat dalam pelukannya. Arga melangkah masuk dengan langkah limbung. “Amara?” panggilnya pelan, seperti orang yang tak mau percaya pada apa yang dilihatnya. Ia menoleh ke segala penjuru ruangan, membuka tirai, memeriksa kamar mandi. Tapi kosong. Semua kosong.
8.269.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

Tanpa sadar aku memunculkan harapan kecil di setiap langkahku. Ketika aku membuka kamar Aza, benakku mencelus. Dia tidak ada di sini. Hanya ruangan kosong yang bahkan tidak mirip kamarnya. Hanya ruangan normal dengan satu kasur lebar yang nyaman, meja yang sepi, dan rak buku kosong. Ruang waktu kembali normal. Tidak ada yang kurasakan di ruangan ini. Aku membeku di depan ruangan, perlahan menoleh ke tempat Reila.
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Diceraikan Karena Madu, Suami Kembali Dengan Malu

Diceraikan Karena Madu, Suami Kembali Dengan Malu

Brak Bram menendang pintu kamar dengan kasar, membuka akses ke dalam ruangan yang kosong. Lampu kamar mati, dan hanya sinar bulan yang menerobos melalui celah tirai, menerangi tempat tidur yang rapi. Namun, tak ada siapapun disana. Tidak ada Rina, tidak ada bayi, tidak ada tanda-tanda kehidupan. "Ke mana mereka?!" Bram berteriak kesal, suaranya menggema.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Ketika aku membuka mata, dunia terasa baru saja dilahirkan. Udara di ruangan ini bersih, terlalu bersih, seperti belum pernah dihirup siapa pun. Dindingnya putih sempurna, tak ada bayangan, tak ada pantulan. Langit-langitnya tinggi, dan di tengahnya tergantung lampu tunggal yang menyala tanpa sumber listrik. Aku duduk perlahan di kursi kayu. Di depanku meja panjang, di atasnya hanya ada satu benda, sebuah buku kosong.
713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Dia tergelak sesaat untuk mengurangi kecanggungan. “Memangnya apa yang bisa kau dapatkan dari kamar seorang wanita paruh baya? Tuan pasti bercanda, sebaiknya Tuan ketempat yang lain saja. Tidak perlu—” belum habis Yuichi bicara, dia langsung memekik tatkala Rookie merangsek masuk menerobos ke dalam ruangan yang habis-habisan di jaga oleh Yuichi. Tetapi sayangnya begitu Rookie masuk dia tidak menemukan apa-apa disana. Tidak ada seorang pun. Hanya ada bungkusan yang dibawa oleh Yuichi tersimpan di atas meja dekat ranjang. Kamar itu kosong. Rookie masuk dan menggeledah semua titik, termasuk memeriksa semua bagian kamar tersebut. Tetapi memang tidak ada siapa pun. Apa benar tidak ada? Entah kena
94.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai empty room manhwa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234

Pertanyaan yang Sering Diajukan

I actually dropped 'Empty Room' after about twenty chapters because I found the main plot a bit predictable for the genre. From what I gathered, it follows this guy who gets a mysterious key to an abandoned, possibly supernatural apartment. The central mystery is uncovering the room's past and why it's 'empty' in such a profound sense—devoid of life, memory, or something along those lines. It felt like a standard horror-mystery about confronting a cursed space.

What kept me reading for a bit was the atmosphere; the artist really nails that feeling of dread in empty spaces. But the protagonist's relentless investigation into the previous tenants started to feel like a checklist of tragic backstories. I heard it pivots later into a more psychological struggle about isolation, but I never got that far. The art is the real star, not the plot mechanics.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status