Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
COMEBACK

COMEBACK

tanya Bang Hendra padaku. “Aku pesan nasi pakai telur ceplok sama sambal saja, mbak.” Jawabku. Ya, aku pesan sesuai dengan isi dompetku yang sudah menipis. Besok aku harus ke pasar lagi untuk cari uang, uangku tinggal untuk makan siang ini saja. Nanti malam makan mie instan saja.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as someday
Read
+Library
Dream On

Dream On

Merlia menyanyikan lagu lembut pengantar tidur untuk si Edo. Andaikan waktu bisa kembali Andaikan kenangan itu tak pernah ada Semua pasti berubah Tak seperti ini Tidurlah yang nyenyak Lupakan masalahmu Tidurlah yang nyenyak Lupakan masa lalu Esok berjanjilah untuk lebih baik Esok berjanjilah untuk terus maju
102.9K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as someday
Read
+Library
Dream come true

Dream come true

ucap rekan kerja Sekar mengusap dadanya dengan menghela napas panjang. "Rese kamu. Aku ini bukan lagi kerasukan tapi lagi meratapi masa depanku yang suram," sahut Sekar sewot. Rekan kerja Sekar terkekeh geli melihat raut wajah cemberut Sekar. "Hello world, coba kasih tahu aku alasan masa depanmu suram hanya karena melihat Bu Arleen jalan bersama Bu Zeya. Jangan-jangan kamu lesbi ya," tebak rekan kerja Sekar.
9.53.6K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as someday
Read
+Library
Melepas Masa Lalu

Melepas Masa Lalu

Dari senja hingga fajar, bekerja keras demi mencapai tujuan bersama. Ketika memiliki waktu luang, mereka akan pergi ke kota untuk menonton film bersama dan menikmati makanan lezat di restoran populer. Kalau Gavin adalah badai yang mengacaukan ketenangan, Joseph adalah pelangi yang muncul setelah hujan. Setiap momen yang mereka habiskan bersama sangat indah hingga membuat Lisa melupakan bahwa dialah tujuan utama pria ini. Namun, baik dulu maupun sekarang, dia harus mengakui bahwa daya tarik cinta pertama memang tidak tertandingi.
8.3K viewsCompletedAdded to Library 314 Times as someday
Read
+Library
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

Setiap kata yang terucap dari bibir Jingga seolah menjadi luka yang terus menebar kepiluan di hatinya. "Sudahlah Badai, ayo kita tidur. AKu butuh liang sangat besar untuk melahirkan nanti. Kau harus melakukannya sesering mungkin padaku. Dengan begitu akan menjadi pelumas yang baik untuk bayi kita membuka matanya di dunia ini nanti." ucap Tammi sambil menarik lengan suaminya ke kamarnya. "Tammi, ini hari apa?" tanya Badai. "Kamis." jawab Tammi.
825.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as someday
Read
+Library
Suddenly We Meet

Suddenly We Meet

“Karena itu aku jadi seenaknya sendiri. Aku terlalu banyak kamu pahami, sehingga aku sendiri jadi lupa memahami kamu.” “Udahlah, Ren ... udah lalu juga.” Daren terlihat menghela napas. “Sudah berlalu, ya?” ujarnya menatap langit. Cuaca hari ini cerah sekali, harusnya bisa secerah harapannya. “Aku terlambat ya, An?” “Maksud kamu?” “Kita ... kita apa enggak bisa kayak dulu lagi?” Daren menatapnya nanar. Laki-laki itu terlihat putus asa.
107.4K viewsOngoingAdded to Library 288 Times as someday
Read
+Library
Kembali Ke Masa Lalu

Kembali Ke Masa Lalu

Celo mengatakanya kepada Taro. “Terima kasih, Celo. Cuma kamu yang mengerti aku ini seperti apa.” Taro mengambil makanan itu dan langsung menyantapnya dengan sangat lahap karena dia sudah menahan rasa laparnya dari tadi. “Tadi aku di telfon oleh perusahan incaran aku untuk interview disana besok pagi.” “Itu bagus sekali. Jadi kamu bisa melupakan Naomi dan fokus untuk bekerja serta mencari uang dengan serius lagi.” Celo mengatakanya kepada Taro.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as someday
Read
+Library
Memories

Memories

Beberapa berfikir ini terlalu sepi, termasuk menurut kakakku Bill. Bicara tentang Bill, dia benar benar belum kembali. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.03. Tapi masih belum ada tanda tanda kedatangan Bill, ataupun ayah dan ibu. Aku berharap Bill akan datang lebih dulu. Perang dunia pasti akan pecah untuk ke sekian kalinya jika ayah dan ibu yang pulang terlebih dahulu. Apalagi, kau pasti tidak akan mau terjadi masalah hebat tepat beberapa jam sebelum hari besarmu, kan?
9.74.7K viewsOngoingAdded to Library 168 Times as someday
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

tebak Bibi Meyli. "Itulah yang aku pikirkan. Apapun rencana Rayyan, maka kita harus selangkah lebih maju darinya. Atau bisa saja …." Oma mendadak diam. "Atau apa, Oma?" Mereka bertanya tidak sabar. "Rayyan akan menunggu saat yang tepat, dan hari itu dia akan tiba saat pembacaan surat wasiat." Semua menjadi tegang. Saat surat wasiat itu disinggung, maka banyak hal bisa saja terjadi.
9.889.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as someday
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status