Istri sebatas harapan
Nazwa sedang bermain basket, ia baru saja berhasil melakukan tembakan ke dalam ring dari bawah dan mendapat dua point.
"Kakak hebat!" teriak Arin. Nazwa menoleh, ia tersenyum walau tampak ngosngosan.
"Ma, Kakak sekarang jarang ketawa. Kenapa, ya, Ma? Apa karena Papa yang--"
"Hus. Jangan gitu, Kakak masuk ke usia remaja, lagi puber, jadi mulai berubah sikapnya, nggak apa-apa, itu normal, kok."
Hot Chapters