Go Away
Idol itu terlihat mengangkat wajahnya lagi, lalu sebelah tangan kokohnya meraih secangkir espresso yang mulai mengepul lemah.
"Tapi aku pun tidak menekankan kau memilih opsi pertama, Agassi. Memilih opsi kedua, itu lebih ringan. Pasalnya aku hanya membutuhkan seseorang yang pandai memasak untukku, lalu mencuci pakaian, merapikan kamarku, selebihnya ... aku mempunyai beberapa robot untuk menyelesaikan tugas lain. Bukankah itu ringan?Dan, ya, aku juga akan membayarmu setiap bulan." Kali ini idol itu menukik senyum hingga memamerkan lesung pipitnya. Bukan senyum meremehkan. Terlihat senyum tulus. Sepertinya.
"Tidak, tapi sama saja itu seperti perbudakakan. Ya! Bisakah kita mengambil jalan lain?
Bab Populer