Bisikan Tengah Malam
"Sesco butuh desainer yang bisa bekerja sama untuk butiknya di Paris. Kau bisa melamar secara khusus nanti, untuk menyambut masa kehancurannya usai Paris Fashion Week. Tapi minggu depan, aku harus kembali ke Indonesia untuk menemui Si Pengancam Sesco. Mungkin dia bisa kita ajak sedikit berbisnis..."
"Owh!" Lane menatap dengan penuh kekaguman, dia merasa kekasihnya sudah semakin profesional untuk urusan kejahatan. "Kau selalu punya ide cemerlang untuk masa depan kita, sayang..."
Leon meneguk anggur dengan santai, lalu balas menatap Lane dengan penuh gairah. Mereka adalah "partner in crime" yang sesungguhnya sekarang. Saling mendukung urusan kejahatan, semata demi uang dan kenikmatan.