Kekasih Diam-Diam Sang CEO
Jadi, Namira tidak perlu susah payah menjelaskan apa keinginan dari Dewangga.
“Tolong suruh masuk, Namira!” Pinta Dewangga sambil memakai dasi di depan cermin yang ada di kamar hotel. “Baik, Pak!” Namira berjalan membuka pintu sesuai dengan perintah bosnya. “Silakan masuk, mba!” ucap Namira. Pegawai hotel yang datang agak terkejut akan kehadiran Namira. Mungkin karena Namira tidak terbiasa ada di kamar Dewangga. Tetapi, tidak ada pertanyaan yang timbul. Karena itu sudah termasuk privasi dari sang pengunjung hotel. “Thank you, mba!” kata Dewangga setelah selesai bersiap dan menuju ke meja makan. “Ayo sarapan!” ajak Dewangga. Namira enggan ikut sarapan, sebab, pegawai hotel yang mengantar maka
Hot Chapters