Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suami Perkasa

Suami Perkasa

Di salah satu sudut pusat kota, sebuah kafe beraroma kopi hangat dan kayu bakar berdiri tenang — tempat yang tak mencolok, tapi cukup nyaman untuk menyembunyikan rahasia. Marni duduk di pojok dekat jendela, memutar sedotan di gelas latte yang hampir dingin. Pikirannya penuh dengan rasa was-was. Pesan singkat dari Luna siang tadi masih jelas di layar ponsel:
108.6K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Selingkuh itu Ilmiah

Selingkuh itu Ilmiah

" —Catatan sore, Rayendra Mahendra Kafe itu kecil, dindingnya bata ekspos dengan jendela kayu menghadap taman. Tak ada musik keras, hanya gemericik air dari kolam buatan. Namanya: Sunyi Sore—kontradiktif, tapi tepat untuk pertemuan tanpa agenda. Rayendra tiba lebih dulu. Ia memesan teh hitam dan membuka buku catatan, tanpa menulis. Tangannya masih terbiasa menggenggam pulpen, tapi pikirannya tak ingin dituangkan. Ia hanya ingin hadir. Lima belas menit kemudian, Inaya datang. Tanpa blazer, tanpa ransel riset. Kemeja linen hijau lumut, rambut diikat sederhana, wajahnya lelah.
806 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as nimna book cafe
Read
+Library
My Mafia

My Mafia

Dan uang tabungannya itu jelas tidak sedikit. Hei, Caesaria tidak akan menjadi orang miskin di negara ini. *** One Fifteenth coffee. Itu adalah nama cafe yang Caesar tujui. Tempatnya sangat cocok untuk duduk sejenak sambil minum segelas kopi panas. Caesar masuk ke dalam cafe lalu duduk di meja yang berada di pojok. Setelah itu, datang seorang pelayan membawa buku dan pena untuk mencatat pesanan. Caesar membaca semua menu dalam buku lalu mengatakan pesanannya, "Hot Cappucino dan scrambled eggs. "
104.1K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as nimna book cafe
Read
+Library
The Last Hug

The Last Hug

Dengan langkah yang sedikit cepat, Nuri masuk ke dalam kafe yang tidak terlalu ramai oleh pengunjung karena jam tersebut belum banyak perkantoran yang bubar untuk pulang. Seorang pelayan mendekati meja Nuri dan pria tersebut. Ya menyerahkan sebuah buku menu yang berisi tentang beberapa minuman dan makanan yang disediakan oleh cafe tersebut. Karena tidak ingin ditunggu oleh pelayannya, Nuri kemudian menyuruh orang tersebut untuk menunggunya dipanggil. “Kau mau pesan apa?” tanya Nuri pada pria yang duduk di seberangnya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Rahasia Panas Cinta Terlarang

Rahasia Panas Cinta Terlarang

Nathan menarik gas perlahan, lalu berkata, "Nggak papa, biar orang tahu aku punya cewek paling pengertian sedunia." Reva hanya bisa geleng-geleng kepala, tapi hatinya berdebar. Meski sederhana, Nathan selalu tahu caranya membuat dirinya merasa berharga. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di sebuah kafe kecil di sudut kota, dengan lampu gantung bergaya vintage yang menggantung manis di terasnya. Nama kafe itu bertuliskan "Caffeine Tania" dengan huruf neon yang menyala hangat.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as nimna book cafe
Read
+Library
My Beloved Partner

My Beloved Partner

"Ide bisnis? Apa itu?" Lita mengambil napas dalam-dalam sebelum menjelaskan. "Kamu tahu kan kalau aku selalu ingin membuka kafe buku? Tempat di mana orang bisa menikmati kopi dan membaca buku dalam suasana yang nyaman. Aku sudah melakukan riset dan menemukan tempat yang sempurna. Tapi aku butuh partner, dan aku pikir kamu adalah orang yang tepat untuk itu." Dimas terkejut, namun juga merasa tertarik. "Kafe buku? Kedengarannya menarik. Tapi, kenapa aku?"
103.2K viewsCompletedAdded to Library 101 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

ucap Rojali. “Maksud kamu?” “Lihat,” kata Rojali sembari mengeluarkan buku dari baju. Benda itu memiliki sampul depan berwarna cokelat tua dengan hiasan keemasan, sedang lembarannya berwarna kuning pudar dengan tulisan aksara Sunda. “Kamu bisa baca tulisan ini?” Reza menggeleng.
9.774.8K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as nimna book cafe
Read
+Library
The Shark's Baby Sitter

The Shark's Baby Sitter

Hal itu adalah salah satu dari cara branding untuk bisnis cafe tersebut, seperti yang sering dipraktikkan di cafe yang tersebar di sekitar kawasan universitas ataupun kampus di negara bagian Victoria, Australia ini. Masalahnya lain lagi jika coffee cafe itu tak menyediakan buku bacaan di beberapa sudut ruangannya, seperti di rak-rak buku ataupun beberapa spot meja dengan kursi berbentuk bubble untuk duduk santai. Pemandangan yang mencerminkan hal itu merujuk pada satu meja yang tepat berada paling tengah, meja dengan gunungan buku-buku yang jika disusun dengan sangat benar akan membentuk sebuah piramida besar Khufu di Giza, Mesir. Wow, hiperbola sekali perumpamaannya masuk tujuh besar keajai
104.6K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Deportation

Deportation

"Jalan kaki?" Nick mengangguk. Lalu merangkul pundak Nina dan jalan beriringan. "Mesti tak tahu kan? It's just a little cafe, tak jauh, lompat satu blok, jer," jelasnya. Nina terlihat bingung. Dua minggu ia berada di sini tidak pernah ia melihat kafe di sekitar sini. Hanya rumah penduduk dan beberapa ruko kecil di bagian depan jalan. Nick bilang ini adalah semacam kafe rumahan, pemiliknya adalah orang Indonesia. Nina makin penasaran.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as nimna book cafe
Read
+Library
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Setelah memberikan uang ongkos pada supir bajaj tersebut, Nismara berdiri sebentar di pinggir jalan sambil menatap bangunan yang ada di depannya. Dengan langkah kaki yang lebar, Nismara segera memasuki bangunan tersebut yang di atasnya ada sebuah papan nama yang diukir sebegitu indah dan estetik bertuliskan 'Kafe Taman Baca Buku' yang ditulis dengan huruf rangkai dan dihiasi beberapa hiasan tanaman hidup dari plastik berbentuk bunga dan tangkai yang merambat menjuntai ke bawah.
10.9K viewsCompletedAdded to Library 415 Times as nimna book cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status