Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Raja Yang Agung Itu Berlutut Di Hadapanku

Sebuah firasat bahwa perjalanan ini akan mengubah segalanya. Tiga hari kemudian, rombongan tiba di sebuah desa di kaki gunung Shenlan. Desa itu tampak muram, rumah-rumah bambu berasap, dan banyak anak kecil batuk di pinggir jalan. Penduduk segera berlutut melihat bendera naga berkibar di langit. Wang Rui turun dari keretanya, mengenakan jubah sederhana tanpa mahkota, hanya hiasan giok hitam di sabuknya. “Bangunlah. Hari ini bukan hari untuk sujud, tapi untuk sembuh.”
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai narrative text roro jonggrang
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Nomor 13

Misteri Rumah Nomor 13

Alma mengingatkan saudara kembarnya agar tidak kehilangan kontrol emosi Mereka bertiga masih sibuk dengan pikiran dan diri masing-masing, ketika mendadak hawa di dalam ruangan itu terasa sangat panas, dengan disertai angin kencang yang tidak diketahui dari mana asalnya dan suara-suara yang mengerikan Alma berjengit kaget saat sebuah tangan dingin merangkul bahunya. Keinginannya berteriak ditahannya sekuat mungkin dengan membekap mulut dengan kedua belah tangannya. Ketiganya membeku di tempat masing-masing, ketika sebuah bayangan yang awalnya berupa asap hitam masuk ke dalam ruangan itu dan berubah menjadi sesosok lelaki Belanda dengan kepala berlubang yang masih mengucurkan darah.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai narrative text roro jonggrang
Baca
+Pustaka
Marriage With Benefits

Marriage With Benefits

Keinginanku hanya segera mengakhiri jalan-jalan kami karena cuaca siang ini cukup panas hingga membuatku kegerahan. "Itu si Roro Jonggrang kalo enggak suka sama Bandung Bondowoso ngapain minta dibuatin candi tapi ujungnya pas diseriusin dibuatin malah pakai bangunin ayam pagi-pagi. Harusnya 'kan tinggal bilang aja kalo 'aku enggak tertarik sama kamu'. Enggak usah bikin laki-laki berjuang mati-matian kalo cuma mau menolak pada ujungnya."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai narrative text roro jonggrang
Baca
+Pustaka
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

Ia menerapkan etika ningrat dan pemikiran strategis yang ia bawa dari dunianya untuk menata ekonomi, karena pada masa itu ia sudah mengenyam pendidikan sebagai keturunan ningrat. Tulisan-tulisan berikutnya mencatat perjalanan panjang Roro. Ia bertemu dengan pria bernama Vincent, menikah, dan bersama membangun kekaisaran bisnis dari nol. Roro menuliskan alasannya menggunakan aksara Jawa kuno; bukan sekadar identitas budaya, melainkan sandi agar jiwa-jiwa lain mungkin juga terjebak di dunia ini tidak bisa membacanya. Namun, kejutan terbesar muncul saat Roro menuliskan pengalamannya sebagai ibu.
673 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai narrative text roro jonggrang
Baca
+Pustaka
Legenda Candi Borobudur

Legenda Candi Borobudur

Namun, dengan keberanian dan tekad yang kuat, Ajeng dan Damar siap menghadapi apa pun yang menanti mereka. Di tengah perjalanan, Ajeng merasa gugup dan antusias. Ia tiba di Jawa Timur dan mulai mencari petunjuk tentang danau misterius yang disebutkan oleh Bu Saraswati. Setelah beberapa hari mencari, Ajeng akhirnya menemukan sebuah desa yang dikenal sebagai Danau Roro Jonggrang.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai narrative text roro jonggrang
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Bagan, Boar, Kawu dan Jado melangkah ke gurun dengan napas berat, dan langkah mantap. Anak-anak berbaris di tepi batu, melambaikan tongkat kecil dan menggambar bintang-bintang di udara dengan jari-jari mereka. Nari menatap mereka hingga bayangan terakhir menghilang di balik bukit. Lalu dia berkata pelan: “Kita sedang menulis sejarah. Dan kata pertama sudah tercetak.” ---
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai narrative text roro jonggrang
Baca
+Pustaka
Warisan Artefak Kuno

Warisan Artefak Kuno

tanya Zhang Long Jin dengan suara yang nyaris berbisik, matanya menatap ke arah langit yang gelap. +++ “Dimana aku?” Rong Guo membuka matanya. Kepalanya terasa sakit, saat air laut yang dingin menghantam tubuhnya. Saat ini dia terbaring di sebuah pantai yang asing, saat salju turun membasahi bumi. “Air – air... seseorang tolong beri aku air!”
9.8225.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai narrative text roro jonggrang
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Jimmy Chuu
pembaca yang terhormat Mohon maaf akhir-akhir ini jumlah koin yang harus kalian habiskan sedikit banyak. Hal ini disebabkan author harus menulis kata di atas 1300 kata Karena untuk membuat bab tersebut lebih detail. jika di bawah 1300kata, takutnya Pesan yang ingin disampaikan tidak bisa ditangkap
Embunayu
Thor.. ijin promosi. ikuti dan baca novel eksklusif pertama saya yang berjudul "Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api" mengisahkan seorang anak sulung raja yang ditindas karena kelemahannya dan diusir karena ketidak mampuannya untuk menjadi putera mahkota. hidup dalam intrik dan kisah cinta unik.
Baca Semua Ulasan
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Semakin gelap semakin ramai para pemburu kuliner disini. “Kamu mau jajan sesuatu?” Andra melihat sekeliling. “Boleh deh kak, buat nanti perjalanan pulang. Enaknya apa ya” Raina ikut melihat sekeliling. Perhatiannya terfokus pada penjual roti bakar dengan ukuran tidak terlalu besar. Alias, porsinya seperti sandwich untuk satu orang. Raina berjalan menghampiri penjual roti tersebut, Andra hanya mengikuti dari belakang.
18.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai narrative text roro jonggrang
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Puisi Jawa! Pengamen yang menari-nari itu kian berputar kencang, seiring dengan iringan gamelan yang kian ndadi, seperti reog ponorogo. Tiba-tiba saja, seperti gasingan yang baru saja disentakkan dari talinya, orang itu berputar hebat. Lalu jatuh terduduk, lemas. “Wah, apa tidak pusing orang itu!” gumam seseorang. Tampaknya tidak. Sebab tak lama kemudian si penari itu telah berdiri lagi. Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai narrative text roro jonggrang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status