Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO

Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO

Tentu saja, si pencerita duduk di atas panggung dan membacakan puisi pembuka. "Pohon tetaplah sebuah pohon, tidak ada pilihan apa pun. Meski mengubah kertas hitam menjadi putih atau dari kertas putih menjadi hitam ...." Puisi pembuka ini, Xavier telah mendengarnya di dunia asalnya. Baris terakhir kalimatnya adalah, "Pada dasarnya semua orang adalah sama, apa ada yang ingin menjadi dewa?"
8.9175.5K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
Penjelajah Benak

Penjelajah Benak

Ia mengangguk menyemangatiku. “Tidak ada salahnya mencoba bukan?” Benar juga. Aku segera mengulurkan tanganku di sisi lain pohon dan memejamkan mata. Berusaha berkonsentrasi. Suara pohon kembali terdengar. Dedaunan yang bergesekan seperti suara musik, suara serangga musim panas, cuitan anak burung yang sepertinya lapar, lalu, suara yang sangat ku kenal.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 197 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
KRAMLER

KRAMLER

Dalam pandangannya, bumi menjadi miring, dan pohon-pohon serta bebatuan seperti bergerak-gerak ke sana kemari. Bocah itu pun limbung, lalu terjatuh di dekat sebatang pohon oak dengan muka membentur lantai hutan. Aroma daun yang membusuk dan butiran tanah menyeruak ke lubang hidungnya. Namun, ia tetap menolak menyerah. Dengan sisa tenaganya, ia merangkak ke balik pohon, membelakangi arah kedatangannya, merapatkan punggungnya ke batang pohon, lalu berdoa.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Ia menuliskan di pinggir lukisan: “Hatiku sedang tumbuh kembali.” 16.30 – Ritual Sore: Menanam Pohon Kenangan Setiap peserta diberikan bibit pohon kecil. Instruksi: tanam pohon sambil mengucapkan satu kalimat doa atau harapan bagi diri sendiri. Anya menanam pohon kelor. Ia berbisik sambil menutup mata: “Tumbuhlah bersamaku, di tanah luka yang mulai sembuh.”
102.3K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

Bukan getaran mesin atau satelit, melainkan sebuah melodi rendah yang menyerupai suara dahan pohon yang ditiup angin. Miri membuka matanya perlahan, matanya kini jernih dan normal, namun ia menunjuk ke arah sebuah pohon pinus besar yang berdiri tegak di tengah kehancuran. "Ibu... lihat. Pohon itu tidak layu."
436 viewsCompletedAdded to Library 10 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
Istriku Teman Anakku

Istriku Teman Anakku

Padahal hawa hutan ini dingin dan sangat sejuk. “Bagi yang tak kuat jalan, tolong yang badannya masih fit iringi dan bantu temannya, kita bentar lagi sampai di ujung hutan dan di sana kita istirahat!” Gibran mengomando dengan megaphone. Gibran melihat Laura masih enjoy dan gadis cantik ini terlihat tak ada rasa capek. “Wajar saja dia atlet volly,” pikir Gibran sambil tersenyum menatap Laura, yang di tatap juga senyum manis.
1024.4K viewsCompletedAdded to Library 682 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Dia coba telusuri arah lain, tak ada jejak selain di dekat batu persegi itu. "Ini aneh, batu persegi di tengah hutan...?" batin Jaka sambil terus memperhatikan batu itu. Sekilas Jaka melihat ada sebuah guratan di pinggir batu. Dengan cepat dia usap guratan yang penuh tanah itu. Pemuda itu terhenyak sesaat. Dibacanya satu tulisan sansekerta yang berbunyi, Wates Urip Pati.(Batas Hidup Mati).
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 366 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

*senggol* @Rianti_dyl Sebuah tweet baru saja muncul, sepertinya kehadirannya sudah dapat dirasakan Desty cs. @Rianti_dyl : dipadati? Dy kan cuma sendiri Des? Ups, lupa. Kuman kan bisa berkembang biak dgn cepat =)) RT @Destylaras : Apa jadinya jika Renata menikmati obrolan yang menurutnya kurang bermutu untuk ukuran anak kelas tiga yang sebentar lagi menghadapi ujian itu.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Ia sadar, satu kesalahan kecil saja, bisa berarti kematian. Mereka akhirnya sampai di dekat pohon tua itu. Pohon itu benar-benar aneh — batangnya berwarna hitam legam, cabangnya melengkung seperti tangan mencengkeram langit. Dari sela-sela kulit batang, keluar cairan merah seperti darah segar. Ki Harjo langsung mulai menggambar lingkaran pelindung di tanah, menggunakan kapur putih yang dibawanya.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
Teka-Teki Gadis Terkutuk

Teka-Teki Gadis Terkutuk

Saat Shorang merasa putus asa dan akan menyerah, dia mengingat sosok yang paling dia cintai dan tekadnya untuk menyelesaikan misi ini menjadi semakin kuat. Dengan tekad yang keras, Shorang bangkit dan menerjang semut biru yang tersisa dengan pukulan tangannya yang kuat dan terus menerus. *** Di tengah hutan rimbun terdapat sebuah pohon raksasa dengan batang yang besar dan lebar. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, akan terlihat sebuah celah kecil di batang pohon. Sebuah tempat yang sama sekali tidak terduga, di mana manusia seukuran semut dapat menikmati minuman pilihan mereka dalam suasana pohon yang rindang.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as lirik sebatang pohon
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status