OBSESI BARA
malah tersenyum tipis seraya menundukan kepalanya.
"Dia muridku, Man. Oh, iya Radit ... tolong antarkan Bapak ini ke tempat yang telah Abah persiapkan, ya? " ujar Nizar membuat Bara mengangguk antusias.
"Siap, Abah."
"Tapi, saya kurang setuju," balas Rahman cepat, membuat Nizar hanya bisa tersenyum.
"Hanya untuk malam ini saja, Man."
Tidak ada pilihan lain yang membuat dirinya menolak lagi, sahabatnya itu sungguh keras kepala.