Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Sungguh terlalu mengada-ada. "Lalu kalau bulan Suro memangnya kenapa?" Balasku sembari meraih air mineral dingin dari dalam kulkas setelah sampai ke dapur. "Kamu masih ingat kan? Di kampung ini selalu saja ada lima orang pemuda yang meninggal tiap bulan Suro?" "Lalu?" "Ya Ibu takut kamu kenapa-kenapa, Satria," ungkap Ibu penuh kekhawatiran.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Dikira Miskin Saat Pulang Kampung

Dikira Miskin Saat Pulang Kampung

Dia segera memberikan ponsel pada Tirta yang terlihat begitu sumringah. "Ayah ...!" teriaknya senang. "Tirta kangen Ayah, jemput Tirta dong. Tirta bosan di kampung Mama." Tirta berceloteh panjang lebar tentang pengalamannya tinggal di kampung halaman Astri. Mulai dari pergi ke sekolah yang berjalan kaki, mandi di sungai dan berkebun di hari libur. Tomi pun terlihat antusias sekali mendengarkan cerita Tirta. Dia benar-benar menjadi pendengar yang baik untuk mantan anak sambungnya itu.
9.11.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.5K kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Tampilkan Ulasan (83)
Baca
+Pustaka
Lengkunglangit
dr sekian banyak karakter, paling empet baca season Sea. Bu Diah Bu Eni msh ketawa, konyol aja ada org yg begitu .... Sea msh muda, berpendidikan, cantik, punya keluarga yg sayang bgt. tp kelakuannya minus ...
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Baca Semua Ulasan
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

5. Life Must Go On 30 Mei 20XX Sore hari setelah pemakaman Group chat di aplikasi Chatsapp ramai berbincang masalah camping perpisahan yang akan diadakan Minggu depan di sebuah pantai di Gunung Timur. Beberapa tidak setuju acara itu tetap dilanjutkan. Beberapa yang lain mengatakan bahwa itu adalah moment mengenang Bisma. Gangga hanya menyimak pesan chat di group itu. Baginya, meski acara itu tetap diadakan, dia tidak akan datang. Hatinya tak akan kuat.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Hampir saja menabrak trotoar saking gugupnya. "Bi, apa aku aja yang nyetir?" tanyanya saat aku hampir jatuh di pertigaan jalan. "Nggak, Gus. Kamu di belakang aja, lagipula kamu itu sebenarnya belum cukup umur, belum ada KTP kan?" Agus mengiyakan. Di kampung memang begitu, anak sekolah dasar saja sudah diajari naik motor. Biar keren mungkin. Kadang bukan karena keinginan sang anak, melainkan keinginan orang tuanya masing-masing.
10101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Petualangan Tujuh Hari

Petualangan Tujuh Hari

Salah satu petani yang berjalan bersama regu Defa itu mulai bercerita tentang desanya. “Memangnya kenapa, Mang?” tanya Raffa penasaran. Mang Agus terdiam. “Hm ... sebenarnya tidak ada apa-apa. Hanya saja, beberapa penduduk pernah melihat rombongan remaja seusia adik-adik ini sedang mengejar anak laki-laki sekitar umur 9 tahun. Mereka mengejar anak itu hingga ke hutan. Tapi, saat beberapa penduduk mengeceknya, tidak ada siapa pun di hutan dan tidak ada yang merasa kehilangan anaknya.” Mang Agus berhenti sejenak. Saat hendak melanjutkan ucapannya, Raffa mengerang kesakitan.
22.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Menikahi Sang Pendendam

Menikahi Sang Pendendam

Kisah mereka belum dimulai. Setidaknya ia harus berterima kasih pada Ayah tirinya yang memasukkannya dalam kegiatan Kamp Musim Panas sejak tahun pertama kelas 10. Pada awalnya, Celine memang tidak terlalu menyukai kegiatan alam seperti yang ditawarkan dalam agenda kamp. Ia bahkan kehilangan novel langka kesayangannya yang berjudul Martin Eden hampir terjatuh ke jurang jika Barra tidak menyelamatkan Celine (Bab 24) saat hari mulai gelap.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Mata gelap pekat dari pemuda bertubuh kurus yang terus menatap satu titik itu menggambarkan sebuah ambisi. Flashback on. Mundur pada kejadian setahun sebelumnya …. Sebuah kampung yang bertetanggaan dengan Dukuh Gelap, tengah terjadi keriuhan di salah satu rumah warga. Mereka berkumpul dengan wajah-wajah emosi meneriakkan serapah, wujud kemarahan pada satu orang warga mereka. Telah 30-an orang berkumpul hingga datang seseorang yang mengaku melihat kejadian tadi, ia pun mengarahkan puluhan orang memegang obor itu menuju sudut kampung.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 770 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Sampai sini paham ya? Kalau sudah paham, mati kita lanjut cerita yang sudah banyak ditunggu-tunggu kelanjutannya, kisah nyata yang cekamnya keterlaluan, seramnya menembus ketakutan sampai sisi terdalam. Yuk, bersama-sama kita menembus rindangnya perkebunan karet, di #rhdpk. *** ~Awal tahun 1988~ “Ah, akhirnya berangkat juga ya kita, Do, hehehe.”
8.314.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Playgirl Kelas Teri

Playgirl Kelas Teri

Begitu juga dengan Rere yang sudah ditunggu dengan Ayahnya. Sesampai di rumah aku langsung mandi dan tepar. Lelah sekali rasanya, padahal cuma sabtu minggu aku kemah itupun tidak full. "Gimana? Dapat cogan,gak?" tanya Kak Resti yang ikut berbaring. Mendengar kata cogan aku jadi teringat dengan surat yang dikasih Rahmat. "Apa itu?" tanya kak Resti saat aku menunjukan sebuah kertas.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Dihina Miskin Saat Pulang Kampung

Dihina Miskin Saat Pulang Kampung

Anak-anakku juga sudah ikut Nenek sama kakeknya ke sawah. Sawah Ibu yang sedang panen saat ini melewati depan rumah Susi, sehingga mau tidak mau aku harus melihat dia, yang sedang berkumpul dengan Ibu-ibu kepo lainnya. Selain para Ibu-ibu kepo, di sana juga ada teman-temanku yang lain semasa aku kecil. Entah sedang merundingkan apa mereka itu, atau mungkin juga itu memang kebiasaan mereka selalu berkumpul seperti itu. Aku tidak tahu kebiasaan mereka semua karena aku baru pulang kampung dan sudah lama tidak mudik.
7.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status