Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Sungguh terlalu mengada-ada. "Lalu kalau bulan Suro memangnya kenapa?" Balasku sembari meraih air mineral dingin dari dalam kulkas setelah sampai ke dapur. "Kamu masih ingat kan? Di kampung ini selalu saja ada lima orang pemuda yang meninggal tiap bulan Suro?" "Lalu?" "Ya Ibu takut kamu kenapa-kenapa, Satria," ungkap Ibu penuh kekhawatiran.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Dikira Miskin Saat Pulang Kampung

Dikira Miskin Saat Pulang Kampung

Dia segera memberikan ponsel pada Tirta yang terlihat begitu sumringah. "Ayah ...!" teriaknya senang. "Tirta kangen Ayah, jemput Tirta dong. Tirta bosan di kampung Mama." Tirta berceloteh panjang lebar tentang pengalamannya tinggal di kampung halaman Astri. Mulai dari pergi ke sekolah yang berjalan kaki, mandi di sungai dan berkebun di hari libur. Tomi pun terlihat antusias sekali mendengarkan cerita Tirta. Dia benar-benar menjadi pendengar yang baik untuk mantan anak sambungnya itu.
9.11.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.4K kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Tampilkan Ulasan (83)
Baca
+Pustaka
Lengkunglangit
dr sekian banyak karakter, paling empet baca season Sea. Bu Diah Bu Eni msh ketawa, konyol aja ada org yg begitu .... Sea msh muda, berpendidikan, cantik, punya keluarga yg sayang bgt. tp kelakuannya minus ...
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Baca Semua Ulasan
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

5. Life Must Go On 30 Mei 20XX Sore hari setelah pemakaman Group chat di aplikasi Chatsapp ramai berbincang masalah camping perpisahan yang akan diadakan Minggu depan di sebuah pantai di Gunung Timur. Beberapa tidak setuju acara itu tetap dilanjutkan. Beberapa yang lain mengatakan bahwa itu adalah moment mengenang Bisma. Gangga hanya menyimak pesan chat di group itu. Baginya, meski acara itu tetap diadakan, dia tidak akan datang. Hatinya tak akan kuat.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Kasus Kematian Ganda Di Tenda Posko

Kasus Kematian Ganda Di Tenda Posko

kata Ilbi sambil membuka layar berupa potongan berita. “Pada kamis malam, 7 September 2023 di suatu perkampungan kecil dengan sebutan Kampung Rampai mengalami suatu tragedi mengerikan dimana dua pria dewasa meninggal keracunan diduga lewat minuman bandrek yang mereka konsumsi. "Kejadian tepatnya saat mereka duduk bersama di tenda darurat yang dibuat di atas tanjakan tinggi jalan lalu lintas kampung tersebut.
51.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
10 Years Ago

10 Years Ago

AWKWARD "Ketika kau bertemu dengan orang yang kau sukai, tanpa sadar kau akan menunjukkan tingkah aneh di depannya." ✈✈✈ Agustus, 2005. Agustus adalah satu bulan yang sangat berarti bagi Indonesia. Kalian pasti tahu peristiwa apa yang terjadi puluhan tahun lalu pada bulan ini, bukan? Tepatnya 17 Agustus 1945, dimana Ir. Soekarno selaku Bapak Proklamator, memproklamasikan kemerdekaan yang berlatar tempat di rumahnya.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Pusing kepalaku mendengar ocehan mereka. "Sabar, Rum. Di kampung memang begini, beda sana di kota," bisik Mbak Sarti yang duduk di sampingku sembari membungkus tape ketan. Tahu aja dia kalau perasaanku rasanya tak karuan.
10100.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Petualangan Tujuh Hari

Petualangan Tujuh Hari

Mereka tidak ingin mengambil risiko. Beberapa petani berjalan bersama mereka. Di sepanjang jalan, mereka banyak bercerita tentang desa Pararai—desa di dekat hutan yang dihuni para petani dengan ternaknya. “Di desa kami, sangat jarang sekali ada yang keluar lebih dari pukul 8 malam, Dek,” kata Mang Agus. Begitu tadi ia memperkenalkan dirinya. Salah satu petani yang berjalan bersama regu Defa itu mulai bercerita tentang desanya.
22.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Menikahi Sang Pendendam

Menikahi Sang Pendendam

Kisah mereka belum dimulai. Setidaknya ia harus berterima kasih pada Ayah tirinya yang memasukkannya dalam kegiatan Kamp Musim Panas sejak tahun pertama kelas 10. Pada awalnya, Celine memang tidak terlalu menyukai kegiatan alam seperti yang ditawarkan dalam agenda kamp. Ia bahkan kehilangan novel langka kesayangannya yang berjudul Martin Eden hampir terjatuh ke jurang jika Barra tidak menyelamatkan Celine (Bab 24) saat hari mulai gelap.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Mata gelap pekat dari pemuda bertubuh kurus yang terus menatap satu titik itu menggambarkan sebuah ambisi. Flashback on. Mundur pada kejadian setahun sebelumnya …. Sebuah kampung yang bertetanggaan dengan Dukuh Gelap, tengah terjadi keriuhan di salah satu rumah warga. Mereka berkumpul dengan wajah-wajah emosi meneriakkan serapah, wujud kemarahan pada satu orang warga mereka. Telah 30-an orang berkumpul hingga datang seseorang yang mengaku melihat kejadian tadi, ia pun mengarahkan puluhan orang memegang obor itu menuju sudut kampung.
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 768 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Sejak ia melangkahkan kaki di gerbang, bisik-bisik itu mulai terdengar. "Eh, itu dia orangnya…" "Anak teladan itu, ya? Yang kemarin mukul orang sampai babak belur?" "Gak nyangka, yang ranking satu itu ternyata bisa sebrutal itu." Beberapa suara terdengar sengaja dipelankan, tapi cukup keras untuk masuk ke telinga Arga. Bahkan ada yang menyebut-nyebut dengan nada bercanda: "Insiden 3 Agustus. Serem juga, ya."
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai cerita tentang 17 agustus di kampung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pernah dengar tentang lomba panjat pinang di desa terpencil yang justru menjadi momentum persatuan? Di sebuah kampung di Jawa Timur, warga yang biasanya terbagi oleh konflik kecil justru bersatu ketika mempersiapkan lomba 17-an. Mereka yang tadinya jarang bertegur sapa malah bergotong-royong menyiapkan pohon pinang, membuat hadiah dari hasil bumi, dan berlatih strategi bersama.

Yang bikin greget, ternyata peserta lombanya bukan cuma pemuda. Kakek-kakek yang udah rentan pun ikut memanjat dengan semangat membara, didukung teriakan penyemangat dari seluruh warga. Ketika akhirnya hadiah berhasil diraih, semua orang berbagi dengan adil tanpa mempermasalahkan siapa yang lebih banyak berkontribusi. Acara sederhana itu jadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan bisa menyatukan perbedaan.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status