Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Belaian Hangat Om Bastian

Belaian Hangat Om Bastian

"Wah, nasi goreng seafood!" "Kesukaan kamu, kan? Elvita yang kasi tau aku," jawab Bastian sambil duduk di seberang Naira. Naira tersenyum lebar, merasa tersentuh Bastian mengingat detail kecil semacam itu. "Makasih, Om. Ini kelihatannya enak sekali." "Tentu aja! Aku tak pernah gagal membuat sesuatu." Bastian ikut duduk untuk sarapan bersama.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Nasya langsung melihat tisu di dashboard dan tanpa ragu meminta, “Aku minta tisu ya.” Bima menyerahkan tisu sambil sedikit kebingungan. Nasya lalu membuka tasnya, mengambil micellar water, dan mulai menghapus make-up tebal yang menutupi wajahnya. Bima tertawa kecil melihat tingkahnya. “Kenapa dihapus? Cantik tau,” kata Bima dengan nada menggoda. Nasya mendelik. “Cantik dari mana? Aku lebih mirip badut sirkus.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Nada suaranya agak jauh. "Halo, apakah Anda Nona Huo Mian?" Gao Ran berbicara secara formal. "Saya, bolehkah saya bertanya siapa Anda?" “Saya kapten Divisi Polisi Kriminal pusat kota. Kami telah menangkap seorang john bernama Ning Zhiyuan selama misi anti-prostitusi kami malam ini, apakah dia temanmu? Kami menemukan informasi kontak Anda di teleponnya.” Gao Ran dengan licik menekankan kata 'john 1'.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Aku baru menyadari bahwa untuk seorang Bos besar dia begitu memikirkan selera karyawannya. "Terserah Pak," jawabku. Kini kita berdua sudah berada di dalam restaurant hotel. "Nasi goreng special 2 yaa, minumnya kopi dan teh hangat," ucapnya kepada pelayan restaurant. "Kita makan nasi goreng saja, menu sejuta umat," ucapnya kepadaku sambil tersenyum. Ada yaa, dalam kamus orang se-elit ini kalimat nasi goreng menu sejuta umat. Membuatku tertawa saja. Setelah selesai makan kita berdua pun bergegas kembali kota.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
Bintang

Bintang

04. Bertemu Rival “Pal, Nopal.” “Suttt, Pal.” “Nopal jelek.” “Nopal burik.” “Dasar bocah.” Panggilan-panggilan terus dilayangkan oleh Bulan kepada Naufal yang main game online di benda pipihnya tanpa merasa di ganggu. Naufal hanya berpura-pura tidak mendengarkan, karena Bulan memanggil namanya tidak benar. Bulan meninggalkan Naufal, berlalu pergi ke kamar sahabatnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

kataku memperjelas jenis makanan yang akan kami pesan. Deretan antrian di ibu yang jual nasi dan gorengan itu panjang dan rame banget. Apalagi aku anak baru, aku pun harus berteriak biar ibu itu denger pesananku, “Bu, nasi dan gorengan tiga, aaarrgh!” teriakku, tapi kakiku diinjak oleh kakak kelas, “Tahan Jana, tahan” kataku dalam hati, kutahan, kutarik kakiku pelan-pelan, dan akhirnya bebas.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
Love Between Blood and Tears

Love Between Blood and Tears

Aroma wangi sudah langsung tercium bahkan ketika Lucas baru memasukkan satu bahan—bawang bombay. Thea menutup penanak nasi yang sudah terhubung dengan aliran listrik dan mengaturnya dalam mode memasak. "Sudah selesai, tinggal menunggu nasinya matang." "Apa kamu punya kecap asin?" "Kecap asin? Hmm...," Thea membuka kabinet yang menempel di dinding dan mengambil satu botol kaca dengan tulisan kecap asin kemudian memastikannya lagi kepada Lucas, "ini kecap asin, Kan?"
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

tanya Wingston sembari mengerutkan keningnya. Albert menatap tajam ke arah Aslan yang dengan santainya meneguk minuman pemberian Wingston. "Sedang apa Aslan di sini?" tanya Albert. Wingston mengalihkan pandangannya menatap Aslan, ia pun tersenyum santai. "Ah, dia sedang menemani Ayah minum ramuan yang Ayah namai Jiskey ini. Ayah mau Aslan mencobanya terlebih dahulu."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
Bareksa

Bareksa

Nala terlihat bersemangat melihat menu makan siangnya, sementara Dewi dan Padma memandang kotak makan Nala dengan wajah memelas. "Mau?" Nala menawarkan. Kedua gadis itu menganggukkan kepala cepat. Dewi membuka bekal makan siangnya yang ternyata berisi nasi dan sayur nangka muda, sementara Padma membiarkan kotak makan biru terangnya tergeletak diatas meja. "Kok nggak dibuka punyamu Pad?"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
Bos Aneh Dan Nyebelin

Bos Aneh Dan Nyebelin

“Aku mau nitip, Mbak. Nasi gono sama tempe mendoan, tiga ribu saja.” “Aku nasi merah, sayurnya yang banyak, ditambah perkedel dua. Tiga ribu aja, Mbak.” Jalu mengeluarkan selembar uang lima ribu, kemudian menyerahkannya pada Isti. “Aku mau nasi merah, tapi nasinya setengah aja, terus…” “Terus kamu harus ikut sama aku, enak aja main nitip.” Tangan Lily ditarik oleh Isti.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai nasi b
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status