Yuk, Nikah!
Rasanya jangan ditanya lagi, ngilu.
“Syukurlah, Nak ....”
“Udah, jangan nangis lagi. Agam, kan enggak meninggal,” kelakarku memecah suasana haru di sini.
“Kamu itu, Gam! Malah becanda, kita khawatir, nih!” Kakakku menegur. Aku masih tertawa kecil. “Dasar perusak suasana,” sambungnya seraya mengusap air mata dengan tisu.